terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Prabowo Minta Manajemen Boros Ditinggalkan: Rakyat Indonesia Tak Mau Itu - my blog
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali, Rabu (25/6/2025). Foto: Instagram/@presidenrepublikindonesia
Presiden Prabowo Subianto menilai sistem pemerintahan Indonesia harus diterapkan secara efisien untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.
Menurutnya, sistem pemerintahan yang boros manajemen sudah sepantasnya ditinggalkan. Masyarakat benci sistem pemerintahan boros manajemen.
"Saudara-saudara Indonesia negara yang mau berkembang, pesat. Kita harus mengejar bangsa lain, kita tidak bisa pakai cara-cara yang lama, cara-cara yang tidak efisien,"
"Cara-cara yang boros manajemen yang enggak bener, tinggalkan itu, tidak ada tempat, rakyat Indonesia tidak mau dengan sistem seperti itu," katanya saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Kota Denpasar, Bali, Rabu (25/6).
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital di Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Prabowo menyatakan, masyarakat lebih suka pada pemerintahan yang efisien dan bertanggung jawab pada anggaran negara.
"Rakyat Indonesia menuntut pemerintah yang efisien, pelayanan yang baik, pertanggung jawaban setiap uang rakyat, tidak boleh disalahgunakan," sambungnya.
Salah satu contoh manajemen yang efisien ini terlihat dari pembangunan KEK Sanur. Kementerian BUMN, Kementerian Investasi dan Kemenkes berkolaborasi menyesuaikan aturan untuk mempersiapkan izin hingga fasilitas kesehatan berteknologi canggih serta bertaraf internasional.
"Saya minta juga nanti menteri pendidikan kita harus segera tambah fakultas kedokteran, tambah juga akademi perawatan dan kita harus tambah pendidikan spesialis, dengan efisien dan jangan terlalu terhimpit oleh prosedur-prosedur dan peraturan kuno dan peraturan yang tidak bisa menjawab kesulitan dan tantangan masa kini," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar