terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

BP Tapera Sebut Wacana Insentif Rusun Bisa Tekan Backlog Perumahan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BP Tapera Sebut Wacana Insentif Rusun Bisa Tekan Backlog Perumahan
Jun 10th 2025, 17:53 by kumparanBISNIS

Seorang sekuriti berkomunikasi dengan radio panggilnya di salah satu tower rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (18/7/2023). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Seorang sekuriti berkomunikasi dengan radio panggilnya di salah satu tower rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (18/7/2023). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Badan Pengelola Tapera (BP Tapera) mendukung adanya wacana pemberian insentif untuk hunian vertikal atau rumah susun (rusun) dan apartemen di perkotaan. Keberadaan insentif ini awalnya dilontarkan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.

Terkait wacana tersebut, Komisioner BP Tapera mendukung hal tersebut karena menurut Heru angka backlog di sektor perumahan memang berada di perkotaan.

"Tentu mendukung wacana ini, karena 9,9 juta angka backlog kepemilikan rumah itu 78 persen ada di perkotaan," kata Heru kepada kumparan, Selasa (10/6).

Dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS tahun 2023, angka backlog tercatat ada di angka 9,9 juta berdasarkan kepemilikan. Sementara berdasarkan kelayakan huni, angka backlog dari Susenas 2023 ada di angka 26,9 juta.

Dengan besaran angka backlog sektor perumahan yang didominasi oleh kawasan perkotaan, Heru menyebut masih ada beberapa tantangan untuk itu. Salah satu yang terbesar adalah ketersediaan lahan. Maka dari itu, keberadaan hunian vertikal disebut tepat.

"Tantangan utama untuk perkotaan utamanya kota-kota besar adalah masalah ketersediaan lahan, maka hunian vertikal yang terintegrasi dengan moda transportasi publik merupakan salah satu solusi," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkap memang diperlukan restorasi lahan perkotaan untuk menata kembali kawasan perkotaan.

Menurutnya, kondisi di perkotaan berbeda dengan kondisi di pedesaan yang secara umum masih memiliki banyak lahan luas. Karena itu, menurutnya, insentif untuk lahan rumah di desa juga tidak diperlukan.

Berbeda dengan di kota, dengan adanya dorongan untuk membangun rumah vertikal, keberadaan insentif untuk hunian vertikal juga sedang didorong untuk ada.

"Tapi di kota pemerintah harus mendorong insentif bagi perumahan vertikal untuk menyelamatkan tata ruang, harga tanah, dan keindahan kota sekaligus," kata Fahri.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: