terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Agrinas Jaladri Bakal Jadi Pengelola Tambak Ikan Seluas 20,4 Hektare di Pantura - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Agrinas Jaladri Bakal Jadi Pengelola Tambak Ikan Seluas 20,4 Hektare di Pantura
Jun 25th 2025, 18:02 by kumparanBISNIS

Polisi saat mendatangi tambak yang ikannya mati mendadak di Sayung, Demak. Foto: Dok. Istimewa
Polisi saat mendatangi tambak yang ikannya mati mendadak di Sayung, Demak. Foto: Dok. Istimewa

Salah satu BUMN di sektor perikanan yakni PT Agrinas Jaladri (Persero) akan terlibat dalam proyek revitalisasi tambak ikan seluas 20.413,25 hektare di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Barat.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan BUMN perikanan ini sebagai pengelola proyek tambak ikan itu.

"Agrinas Jaladri diharapkan nanti sebagai operator di sini untuk kegiatan on-farm," kata Trenggono dalam Penandatanganan MoU Perikanan Budidaya Tambak dengan Pemerintah Daerah Jabar di Kantor Kementerian KP, Jakarta Pusat pada Rabu (25/6).

Untuk kegiatan produksi dan industrialisasi hasil ikan dari tambak nantinya akan melibatkan sektor swasta. Komoditas yang akan dibudidayakan dari tambak tersebut nantinya adalah ikan Nila Salin.

"Sekarang ini ada kurang lebih 15 pelaku industri swasta untuk pengolahan nila yang kapasitasnya itu masih under capacity, masih rendah sekali. Karena bahan bakunya memang tidak bisa disediakan dalam negeri. Itu kira-kira potensinya," ujar Trenggono.

Terkait tambak ikan Nila Salin yang akan terbangun di kawasan seluas 20.413,25 hektare tersebut, Trenggono menuturkan nantinya ikan Nila Salin hasil produksi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Selain itu, Ia juga melihat potensi pasar dari ikan Nila Salin yang sangat besar baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.

"Demand lokal saja itu sudah 13 juta ton, itu bayangkan kalau 1 kilo itu Rp 10 ribu, kalau 13 juta ton itu Rp 130 triliun. Tapi kalau demand dunia itu jauh lebih besar lagi," ujarnya.

Di dalam negeri salah satu kebutuhan protein yang ada berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya ikan Nila Salin hasil tambak juga bisa mengisi kebutuhann program tersebut.

"Yang tertinggi itu adalah kandungan protein ikan. Ini kalau bisa dilihat disini ya 0,25 gram itu udang, 0,22 gram itu ikan sementara ayam, daging ayam cuma 0,14 gram," ujarnya.

Terkait revitalisasi di sepanjang Pantura Jawa Barat, revitalisasi akan dilakukan di 4 kabupaten yakni Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono juga menuturkan program ini akan berdampak pada serapan tenaga kerja.

Revitalisasi tambak di Pantura Jabar ini merupakan tahap awal di mana dalam prospek panjang Trenggono menjelaskan Kementerian KP akan merevitalisasi 78 ribu hektare tambak kurang produktif di sepanjang Pantura Jawa. Untuk investasi ikan budidaya di tambak-tambak Pantura Jawa Barat seluas 20.413,25 hektare dibutuhkan Rp 26 triliun.

Langkah revitalisasi tambak di Pantura Jawa Barat ini juga dilakukan untuk menaikkan produksi ikan tambak yang mana saat ini masih cukup rendah di angka 0,6 ton per hektare per tahun. Dengan adanya revitalisasi maka volume produksi diperkirakan bisa meningkat hingga 1,18 juta ton per hektare per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp 30,65 triliun

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: