terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
3 Penyebab Kegagalan Pemberontakan PETA di Blitar untuk Dipelajari - my blog
Ilustrasi untuk Penyebab Kegagalan Pemberontakan PETA di Blitar adalah. Sumber: Unsplash/Hasan Almasi
Salah satu penyebab kegagalan pemberontakan PETA di Blitar adalah jumlah tentara Jepang lebih besar. Selama menduduki Indonesia, tentara Jepang dikenal dengan tindakannya yang sangat kejam.
Hal ini memicu perlawanan oleh rakyat dan organisasi. Salah satu organisasi yang ikut melawan Jepang adalah PETA.
Penyebab Kegagalan Pemberontakan PETA di Blitar adalah Karena Kalah Jumlah
Ilustrasi untuk Penyebab Kegagalan Pemberontakan PETA di Blitar adalah. Sumber: Unsplash/Stijn Swinnen
PETA (Pembela Tanah Air) merupakan satuan paramiliter yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia saat masa penjajahan Jepang. PETA didirikan pada 3 Oktober 1943. Meskipun bentukan Jepang, PETA berperan besar dalam perang kemerdekaan Indonesia.
Mengutip dari Sejarah 2 SMA Klas XI Program Ilmu Sosial, Sardiman (2008:244), pada masa pendudukan Jepang, banyak anggota PETA yang melakukan perlawanan terhadap Jepang. Salah satu perlawanan PETA yang terkenal adalah pemberontakan di Blitar.
Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Shodanco Supriyadi pada tanggal 14 Februari 1945. Sayangnya, pemberontakan ini berhasil dipadamkan oleh pihak Jepang. Ada beberapa penyebab kegagalan pemberontakan PETA sebagai berikut.
1. Kalah Jumlah
Salah satu penyebab kegagalan pemberontakan PETA di Blitar adalah jumlah tentara Jepang lebih besar. Pemberontakan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak September 1944. Tanggal 14 Februari 1945 dipilih karena pada saat itu ada agenda pertemuan anggota dan komandan PETA di Blitar.
Namun, perlawanan di Blitar tidak berjalan sesuai rencana karena Shodanco Supriyadi gagal mengerahkan satuan lain. Akibatnya, jumlah tentara PETA yang melakukan pemberontak kalah dari tentara Jepang.
2. Rencana Pemberontakan sudah Diketahui Jepang
Penyebab lainnya adalah rencana pemberontakan sudah bocor. Jepang sudah mengetahui bahwa PETA akan melakukan pemberontakan sehingga sudah merencanakan pasukan untuk menghalau pemberontak di Blitar.
3. Terkecoh Jepang
Dalam situasi terdesak saat pemberontakan, sebagian tentara PETA ada yang mengikuti perintah Jepang untuk kembali ke satuan masing-masing. Diperkirakan ada setengah dari total pasukan PETA yang kembali ke satuannya.
Namun, pemberontak yang kembali tersebut ditangkap dan disiksa oleh polisi Jepang. Di lain pihak, Supriyadi, Muradi, dan sisa pasukan tetap berperang melawan Jepang. Karena sulit menembus pertahanan pemberontak, Jepang berpura-pura menyerah pada pasukan Muradi.
Setelah menjalin kesepakatan, Muradi dan pasukannya justru dikepung oleh pasukan Jepang. Mereka kemudian ditahan dan diangkut ke markas Kempeitai Blitar.
Penyebab kegagalan pemberontakan PETA di Blitar adalah jumlah tentara Jepang lebih besar, rencana pemberontakan sudah bocor, dan terkecoh tipuan Jepang. Semoga bisa menambah wawasan. (KRIS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar