terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp 304 Triliun hingga April 2025 - my blog
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Foto: @SekretariatPresiden
Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan pemerintah telah menarik utang baru atau pembiayaan utang Rp 304 triliun hingga 30 April 2025. Angka ini setara 39,2 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 775,9 triliun.
Sementara itu, realisasi pembiayaan nonutang nilainya minus Rp 24,8 triliun atau 15,6 persen dari target APBN minus Rp 159,7 triliun. Sehingga jika dijumlahkan dengan pembiayaan utang sebesar Rp 304 triliun, menjadi Rp 279,2 triliun atau 45,3 persen dari APBN sebesar Rp 616,2 triliun.
"Pembiayaan utang kita sebesar Rp 775 triliun, di sini kita bisa melihat sampai April sudah terealisasi Rp 279,2 triliun yaitu 45,3 persen,"kata Thomas dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (23/5).
Thomas mengeklaim, pembiayaan per April 2025 tercatat dalam kinerja baik. Dia memastikan, target pembiayaan berjalan kontrak dengan berbagai langkah mitigasi risiko.
Mitigasi risiko itu antara lain pengadaan pembiayaan secara prudent, fleksibel, oportunistik, dan terukur mencakup aspek timing, sizing, instrument maupun currency mix. Pelaksanaan prefunding, cash buffer yang memadai dan aktif cash dan debt manajemen.
"Artinya pembiayaan kita on track dan mencatat kinerja baik. Pemenuhan target pembiayaan itu dilakukan dengan berbagai langkah mitigasi risiko seperti pengadaan pembiayaan utang secara prudent," tutur Thomas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar