terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Cerita Ojol Kumpulkan Uang dan Tak Ambil Orderan demi Ikut Demo Hari Ini - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cerita Ojol Kumpulkan Uang dan Tak Ambil Orderan demi Ikut Demo Hari Ini
May 20th 2025, 16:47 by kumparanNEWS

Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sejumlah ojol menggelar demo bertajuk 'Aksi 205' di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5). Banyak di antara mereka rela tak dapat pemasukan hari ini demi ikut demo.

Salah seorang ojol, Agus Majid, mengaku sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk demo hari ini.

"Gak dapet (pemasukan hari ini) tapi kemarin kita sudah persiapan kita kita narik dari pagi sampai malem. Kemarin dapet Alhamdulillah dapet Rp 240 ribu. Itu belum sama bensin. Bersihnya sekitar Rp 180 ribu," kata dia saat ditemui kumparan di lokasi demo.

Agus sudah menjadi ojol sejak tahun 2018 dan acap kali mangkal di kawasan Cibitung, Bekasi. Dia pun berharap tuntutan yang disampaikan saat demo dapat diterima oleh pihak terkait dan menguntungkan bagi ojol.

Dua supir ojol, Agus Majid dan Yoharidan, saat ditemuin di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Dua supir ojol, Agus Majid dan Yoharidan, saat ditemuin di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

"Kita ada tuntutan itu regulasi itu biar ojol itu ada dasar hukumnya. Kan kita itu masih belum legal, kita masih belum ada dasar hukum. Terus tuntutan hemat, itu harus dihilangkan. Kalaupun ada ya nggak apa-apa, tapi potongannya dihilangkan. Itu berat banget," ucap dia.

"Terakhir turunkan potongan yang asalnya 30-35 persen jadi 10 persen. Yang pokok nya itu," lanjut dia.

Hal senada dikatakan oleh Yoharidan. Dia mengaku sudah mempersiapkan untuk mengikuti demo sejak dua bulan lalu. Sejak dua bulan lalu, dia giat mengambil orderan.

"Gak narik full karena sudah diniatin sejak dua bulan yang lalu. Jadi sudah persiapan dari dua bulan yang lalu, dua bulan yang lalu sudah turun surat edarannya," kata dia.

Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Yoharidan berharap pendapatan yang diperoleh dapat kembali seperti tahun 2019 lalu. Ketika itu, kebijakan yang ditetapkan pihak aplikator tak begitu merugikan bagi ojol.

"Kita nggak bisa tinggal diem, kita sudah bener-bener ditindas," kata dia yang acap kali mangkal di kawasan Jakarta Selatan.

Sebelumnya diberitakan, terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh massa pendemo antara lain penegakan sanksi terhadap aplikator yang melanggar regulasi, revisi sistem potongan aplikasi, penyesuaian tarif penumpang, serta penetapan tarif layanan makanan dan pengiriman barang.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: