terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
12 Mahasiswa Trisakti yang Ditangkap Saat Demo Ricuh Dibebaskan Polisi - my blog
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Polisi mengamankan 93 mahasiswa Universitas Trisakti yang terlibat kericuhan saat demo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/5). Dari jumlah itu, 12 mahasiswa dibebaskan pada Kamis (22/5) sore.
Salah satu mahasiswa yang telah dibebaskan, Juan, mengkonfirmasi bahwa total ada 12 mahasiswa yang dilepaskan hari ini.
"Untuk BA lepasnya dari pihak kepolisian, dalam artian ini ada Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sudah memberikan beberapa serah terima untuk pelepasan para korban ataupun orang-orang yang kemarin sempat ditangkap ataupun dibebaskan pada hari ini sebanyak 12 orang," ujar Juan saat ditemui usai proses pembebasan di Mapolda Metro Jaya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, yang turut memantau proses pembebasan tersebut, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya aktif berkomunikasi dengan sejumlah pejabat kepolisian untuk memastikan mahasiswa mendapat perlakuan yang layak selama ditahan.
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid dan Juan, salah satu mahasiswa Trisakti saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
"Kebetulan sejak kemarin sore saya berkomunikasi dengan Wakaba Intelkam, dengan Dit Intelkam, dengan Wakapolda, juga tadi dengan Kasubdit Intelkam, sekadar memastikan bahwa kawan-kawan mahasiswa mendapatkan perlakuan yang sewajarnya dan tidak ada penyiksaan," ujar Usman.
Usman menyesalkan insiden penangkapan massal yang terjadi dalam demonstrasi tersebut. Menurutnya, jika memang ada mahasiswa yang dianggap melakukan kekerasan, polisi seharusnya bertindak lebih selektif dan proporsional.
"Tentu kami juga menyesalkan insiden yang kemarin, seharusnya tidak terjadi. Kalaupun ada mahasiswa yang melakukan kekerasan, saya kira polisi bisa bertindak lebih selektif, lebih proporsional ketimbang melakukan penangkapan massal," lanjutnya.
Menurut Usman, pihak kepolisian mengkonfirmasi ada 15 mahasiswa yang kini berstatus tersangka. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji kronologi dan bukti-bukti yang ada, termasuk video yang dikumpulkan dari berbagai pihak.
"Rencananya semuanya dipulangkan meskipun status hukumnya berbeda-beda. Ada yang tersangka, ada yang tidak," katanya.
Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum para mahasiswa yang diamankan saat aksi demo tersebut.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap 93 mahasiswa yang sempat diamankan saat aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/5). Unjuk rasa itu berakhir ricuh.
Dari hasil pemeriksaan, 3 mahasiswa diketahui urinenya positif mengandung zat THC atau ganja. Sementara itu, terhadap 90 orang lainnya yang juga diamankan dalam aksi tersebut, hasil tes urine menunjukkan negatif narkotika.
Selain mengamankan para pendemo, polisi juga menyita 43 kendaraan dari lokasi, terdiri dari roda dua dan roda empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar