terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pemimpin China, Korsel, Jepang Bertemu di Seoul Bahas Ulah Korut - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemimpin China, Korsel, Jepang Bertemu di Seoul Bahas Ulah Korut
May 27th 2024, 11:36, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berbicara ketika Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mendengarkan dalam konferensi pers bersama di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: Kim Hong-Ji/Pool via REUTERS
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berbicara ketika Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mendengarkan dalam konferensi pers bersama di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: Kim Hong-Ji/Pool via REUTERS

Pemimpin China, Korsel, dan Jepang bertemu di Seoul pada Senin (27/5). Ini adalah konferensi tingkat tinggi (KTT) trilateral pertama tiga negara itu sejak terakhir kali lima tahun lalu.

Pertemuan antara PM China Li Qiang, PM Jepang Fumio Kishida serta Presiden Korsel Yoon Suk-yeol digelar setelah negara tetangga mereka Korut mengumumkan rencana peluncuran satelit ke orbit bumi. Rencana Korut itu ditentang Jepang dan Korsel lantaran peluncuran satelit itu ditujukan untuk tujuan militer.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menghadiri pertemuan puncak trilateral di rumah biru di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: JEON HEON-KYUN/Pool via REUTERS
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menghadiri pertemuan puncak trilateral di rumah biru di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: JEON HEON-KYUN/Pool via REUTERS

China dikenal sebagai sekutu diplomatik utama Korut. China juga menempati posisi nomor wahid mitra perdagangan terbesar Korut yang kini sedang disanksi dunia akibat rangkaian uji coba senjata.

Permasalahan Korut disinggung Yoon pada pidato pembukaan KTT tiga negara ini. Di samping itu tiga pemimpin sepakat membahas cara revitalisasi diplomasi antar tiga negara tersebut.

"Setiap peluncuran teknologi rudal balistik secara langsung melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan menghancurkan perdamaian dan stabilitas dunia dan kawasan," ujar Yoon pada pidato pembukaannya, seperti dikutip dari AFP.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang (keduanya tidak digambarkan) selama pertemuan puncak trilateral mereka di Blue House di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: JEON HEON-KYUN/Pool via REUTERS
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang (keduanya tidak digambarkan) selama pertemuan puncak trilateral mereka di Blue House di Seoul, Korea Selatan (27/5/2024). Foto: JEON HEON-KYUN/Pool via REUTERS

"Saya percaya jika Korut tetap melakukan peluncuran meski mendapat peringatan dari komunitas internasional, maka komunitas internasional harus merespons dengan tegas," sambung Yoon.

Sedangkan Kishida menyerukan agar Korut menghentikan peluncuran satelit. Dia menyebut seruannya penting sebelum memulai KTT yang diharapkan dapat menghasilkan kerja sama konkret tiga negara.

Berbeda dengan Presiden Korsel dan PM Jepang, PM China pada pernyataan pembuka malah meminta agar kerja sama tiga negara harus saling menguntungkan.

"PM Li menyerukan agar menolak agar isu ekonomi dan perdagangan diubah menjadi permainan politik dan masalah keamanan, dan menolak proteksionisme serta pemisahan atau pemutusan rantai suplai," lapor kantor berita China Xinhua.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: