terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Demonstran Pro-Palestina di Kampus Ternama AS Ditangkap - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Demonstran Pro-Palestina di Kampus Ternama AS Ditangkap
Apr 23rd 2024, 11:22, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS

Tenda berdiri didirikan di perkemahan demonstrasi pro-Palestina di Universitas Columbia di New York, Senin, 22 April 2024. Foto: AP Photo/Stefan Jeremiah
Tenda berdiri didirikan di perkemahan demonstrasi pro-Palestina di Universitas Columbia di New York, Senin, 22 April 2024. Foto: AP Photo/Stefan Jeremiah

Protes terhadap perang di Gaza kini telah menjamur hingga ke berbagai kampus di Amerika Serikat. Aksi proPalestina digelar di kampus ternama seperti Columbia hingga Yale.

Demo di kampus-kampus tersebut berujung penangkapan. Mereka melakukan aksi demo massal hingga membangun tenda di wilayah kampus.

Dikutip dari BBC, pada Senin (22/4) malam, polisi membubarkan aksi protes di Universitas New York dan menangkap sejumlah demonstran. Sebelumnya, di Yale, puluhan siswa juga ditangkap, sementara Columbia memutuskan untuk membatalkan kelas tatap muka.

Tidak hanya itu, protes juga terjadi di beberapa kampus lain di seluruh negeri, termasuk di Berkeley, MIT, dan universitas lainnya.

Sejumlah tenda pro-Palestina berdiri di halaman Universitas Columbia di New York, Senin, 22 April 2024.  Foto: AP Photo/Stefan Jeremiah
Sejumlah tenda pro-Palestina berdiri di halaman Universitas Columbia di New York, Senin, 22 April 2024. Foto: AP Photo/Stefan Jeremiah

Konflik yang terjadi di Gaza antara Israel dan Hamas telah menimbulkan perdebatan sengit di AS. Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober lalu, situasi semakin memanas.

Israel merespons dengan perang yang intensif untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera yang ditahan. Akibatnya, ribuan warga Palestina di Gaza, termasuk banyak anak-anak dan perempuan, menjadi korban.

Di sisi lain, pelajar dari kedua belah pihak menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan insiden antisemitisme dan Islamofobia di kampus-kampus tersebut.

Presiden AS, Joe Biden, mengecam protes yang mengandung unsur antisemitisme serta menyatakan dukungannya terhadap warga Palestina.

Mahasiswa Institut Teknologi Massachusetts Isa Liggans, dari Odenton, Md., kiri depan, ikut serta dalam doa Muslim bersama yang lain Senin, 22 April 2024, di tenda perkemahan di MIT, di Cambridge, Mass. Foto: AP/Steven Senne
Mahasiswa Institut Teknologi Massachusetts Isa Liggans, dari Odenton, Md., kiri depan, ikut serta dalam doa Muslim bersama yang lain Senin, 22 April 2024, di tenda perkemahan di MIT, di Cambridge, Mass. Foto: AP/Steven Senne

Aksi protes kampus ini mendapat perhatian luas, terutama setelah polisi di Kota New York menangkap puluhan demonstran di kampus Columbia.

Universitas-universitas pun merespons. Columbia memutuskan untuk melaksanakan kelas secara virtual dan menyatakan keprihatinannya atas perilaku intimidatif di kampus.

"Kami melihat tanda-tanda menunjukkan bahwa Israel harus dihancurkan," komentar seorang Anggota DPR AS, Kathy Manning, saat berkunjung ke Columbia.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan protes tersebut. Beberapa anggota parlemen federal mendesak pengunduran diri para pejabat universitas, seperti yang terjadi di Columbia.

Sementara itu, protes ini juga mempengaruhi donasi dari tokoh terkemuka. Pemilik tim NFL New England Patriots dan alumni Columbia, Robert Kraft, menyatakan penundaan sumbangan hingga situasi di kampus membaik.

Meskipun demikian, ada juga yang menyalahkan kebijakan penanganan protes oleh universitas dan keputusan melibatkan polisi.

"Tidak jelas bagi kami bagaimana perkemahan dan protes bisa menimbulkan bahaya, bahkan jika hal itu dilakukan tanpa izin," kata perwakilan Knight First Amendment Institute milik Columbia.

Demonstrasi yang lebih luas juga terjadi di AS terkait peristiwa di Gaza.

Pengunjuk rasa pro-Palestina baru-baru ini memblokir jalan-jalan utama di seluruh negeri, membatasi akses ke bandara termasuk O'Hare International di Chicago dan Seattle-Tacoma International, serta Jembatan Golden Gate di San Francisco dan Jembatan Brooklyn di New York.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: