terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Wujudkan Tambang Berkelanjutan, PT Bukit Asam Dukung Program Dekarbonisasi 2060 - my blog
Bus listrik yang dioperasikan PT Bukit Asam dalam mewujudkan Dekarbonisasi 2060. Foto: Dok. PT Bukit Asam
Sesuai dengan visinya yaitu menjadi perusahaan kelas dunia yang peduli lingkungan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang merupakan bagian dari anggota Grup MIND ID turut mendukung program pemerintah terkait dekarbonisasi dan telah menetapkan target untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060.
Dalam rangka mencapai target tersebut, PTBA telah menyusun peta jalan dekarbonisasi yang diuraikan secara bertahap setiap tahunnya.
Arsal Ismail Direktur Utama PTBA, mengatakan,"Dalam rangka mewujudkan target Dekarbonisasi 2060, perusahaan telah memiliki Tiga Strategi Utama yaitu Dekarbonisasi Operasional, Pengembangan Portofolio Bersih dan Upaya Penyeimbangan Emisi (Emission Offset). Kami berharap dengan diimplementasikannya tiga strategi utama dengan pruden kita dapat membantu program pemerintah dalam mewujudkan target Net Zero Emission pada tahun 2060."
Dari tiga strategi utama yang telah dibuat, perusahaan kemudian menurunkannya menjadi beberapa program strategis yang merupakan program turunan dari ketiga strategi utama tersebut untuk diimplementasikan ke dalam kegiatan operasional.
Program strategis terkait Dekarbonisasi Operasional yang diimplementasikan dalam kegiatan operasional antara lain Elektrifikasi proses operasional, Optimalisasi operasional untuk efisiensi energi dan Adopsi energi bersih dalam kegiatan operasional.
Sementara untuk Pengembangan Portofolio Bersih antara lain berfokus pada diversifikasi usaha menuju portofolio yang lebih ramah lingkungan, Pengembangan bisnis energi terbarukan, Penerapan teknologi pembangkit listrik berbasis batu bara yang lebih bersih (Clean Coal-Fired Power Plant Technology) dan Pengembangan bisnis hijau lainnya (green business).
Taman ramah lingkungan yang dikembangkan PT Bukit Asam. Foto: Dok. PT Bukit Asam
Sedangkan upaya Penyeimbangan Emisi (Emission Offsets) terdiri dari Reklamasi lahan dan revegetasi, partisipasi dalam pasar karbon dan teknologi penangkapan karbon dan metana.
"Sampai dengan hari ini beberapa program terkait dengan transformasi energi telah kami implementasikan, tim kami juga sudah mengembangkan berbagai teknologi untuk dapat membantu sistem pengendalian monitoring internal yang juga dapat membantu mengurangi carbon footprint yang sebelumnya dilakukan secara manual," tambah Arsal.
Transisi menuju energi bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek keandalan pasokan dan keterjangkauan. PTBA senantiasa berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan terus beradaptasi pada teknologi yang ramah lingkungan.
Perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan nilai tambah batu bara dan pengembangan EBT.
PT Bukit Asam bekerja sama dengan BRIN dan UGM dalam mengembangkan bahan baku baterai dari batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet. Foto: Dok. PT Bukit Asam
Di antaranya adalah kerja sama dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) dalam konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet untuk bahan baku baterai. Juga berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penelitian dan pengembangan batu bara kalori rendah menjadi asam humat. Harapannya, inovasi-inovasi ini ke depan dapat terus dikembangkan hingga skala komersial.
"Dalam rangka menghadirkan Energi Tanpa Henti, kami mendorong hilirisasi dan melakukan diversifikasi bisnis ke energi baru dan terbarukan (EBT). Sejalan dengan Asta Cita yang diusung pemerintah, dalam hal ini yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," tutup Arsal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar