terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Pulau Enggano di Bengkulu Terisolasi Akibat Pendangkalan Pelabuhan - my blog
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kondisi Pulau Enggano di Bengkulu yang kini terisolasi karena dangkalnya alur Pelabuhan Pulau Baai.
Pendangkalan yang terjadi sejak Maret 2025 lalu ini mengakibatkan kapal layanan laut tak mampu bersandar ke dermaga. Bahkan penumpang terpaksa diturunkan di tengah laut.
Tidak hanya itu, situasi ini juga menyebabkan terhentinya akses kapal penumpang dan logistik yang berdampak langsung pada terganggunya distribusi barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
"Kondisi ini tidak bisa dipandang sebagai hambatan teknis biasa, melainkan telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang mengancam kehidupan warga di salah satu pulau terdepan Indonesia tersebut," kata Puan dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6).
Puan mengatakan, akibat pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai, setidaknya ada 4 ribu warga Pulau Enggano yang terpaksa hidup dengan keadaan menderita, stok makanan menipis, hasil bumi tak bisa dijual, serta akses kesehatan nyaris terputus.
Puan pun menyebut bahwa negara seolah melakukan pembiaran dengan tidak membuat solusi apa pun untuk permasalahan ini.
Padahal menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi dan melayani seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk yang berada di pulau-pulau terdepan dan terpencil seperti Pulau Enggano.
Puan Maharani saat peresmian pembukaan PUIC ke-19 di Jakarta, Rabu (14/5/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
"Ketidakhadiran negara dalam kondisi mendesak seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam perspektif tanggung jawab publik," kata Puan.
"Negara tidak boleh meninggalkan rakyatnya termasuk warga yang tinggal di daerah dan pulau-pulau terdepan," lanjutnya.
Menurut Puan, permasalahan dangkalnya alur pelabuhan seharusnya dapat diantisipasi melalui perencanaan infrastruktur yang terukur dan respons tanggap darurat yang aktif.
Puan pun mendesak Kementerian Perhubungan agar segera mengambil langkah-langkah konkret dengan mengirimkan kapal logistik dan penumpang secara rutin.
"DPR RI akan terus mengawal dan memastikan bahwa kebijakan negara tidak melupakan warganya yang berada di ujung terdepan wilayah kedaulatan Indonesia," pungkas Puan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar