terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Proyek Giant Sea Wall Dibuka untuk Investor Asing & Lokal, Butuh USD 80 Miliar - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Proyek Giant Sea Wall Dibuka untuk Investor Asing & Lokal, Butuh USD 80 Miliar
Jun 12th 2025, 20:10 by kumparanBISNIS

Kawasan laut di balik tanggul setinggi 4 meter. Terlihat Masjid 'Tenggelam' Waladuna, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kawasan laut di balik tanggul setinggi 4 meter. Terlihat Masjid 'Tenggelam' Waladuna, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Presiden Prabowo Subianto mantap untuk menggarap proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW). Biayanya mencapai USD 80 miliar.

Karena besarnya biaya proyek ini, pemerintah memberikan karpet merah pada banyak investor. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan ada beberapa investor dari luar negeri dan lokal yang tertarik.

"Lokal ada beberapa tertarik. Cuma biasanya kalau lokal kan dia harus gandeng dari luar," kata Dody di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Selatan pada Rabu (11/6).

"Kalau misalnya rata-rata sih orang-orang properti ya (investor lokal). Karena kan yang dikejar kan propertinya. Tapi enggak bisa orang-orang properti doang. Itu ada tanggulnya, ada jalannya, ada propertinya. Mesti konsorsium," lanjutnya.

Meski demikian, Dody belum bisa menyebutkan siapa saja investor dari dalam negeri yang disebut berminat pada proyek tersebut. Sementara itu untuk investor dari luar negeri yang berminat, Dody mengungkap sudah ada beberapa negara yang minat investasi.

"Kemarin kan saya ketemu beberapa dubes mereka yang di sini kan. Jepang juga tertarik. Banyak kok Korea tertarik, Eropa juga beberapa tertarik, Belanda terutama kalau Giant Sea Wall kan," kata Dody.

Untuk membangun GSW, Prabowo juga membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Menurut Dody, langkah Prabowo untuk membuat lembaga tersebut sudah tepat karena selama ini belum ada kejelasan soal pembangunan GSW.

Menteri PU Dody Hanggodo saat pembukaan International Conference on Infrastructure (ICI) tahun 2025 di JICC Senayan Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Menteri PU Dody Hanggodo saat pembukaan International Conference on Infrastructure (ICI) tahun 2025 di JICC Senayan Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

"Kalau mau mempercepat itu satu-satunya jalan harus ada Badan Otorita. Selama ini kan cuma omon-omon doang. Bappenas, Menko Perekonomian, belum clear. Memang betul, aturannya juga agak repot," ujar Dody.

Berdasarkan arahan Prabowo, GSW akan dibangun untuk melindungi pantai utara jawa dan terbentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Jika dibangun secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk membangun GSW sepanjang 500 km itu bisa mencapai 20 tahun.

Prabowo melihat GSW memiliki peran yang sangat vital dalam perlindungan kawasan pantai utara Jawa. Proyek ini juga sudah masuk ke dalam perencanaan Bappenas sejak tahun 1995 atau 30 tahun lalu. Maka dari itu Prabowo berkomitmen untuk memulai proyek tersebut.

Khusus untuk pembangunan GSW Teluk Jakarta, Prabowo memperkirakan proyek tersebut memakan biaya sekitar USD 8 sampai 10 miliar dan dapat diselesaikan dalam 8 tahun. Prabowo juga menginginkan urun dana antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta dalam membangun GSW di Teluk Jakarta.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: