terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Presiden Iran: AS Hanya Sembunyikan Peran, Padahal Dalang Utama Tindakan Israel - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Presiden Iran: AS Hanya Sembunyikan Peran, Padahal Dalang Utama Tindakan Israel
Jun 22nd 2025, 19:12 by kumparanNEWS

Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, berpidato di hadapan para hadirin setelah upacara pengambilan sumpah jabatan di parlemen di Teheran, pada 30 Juli 2024. Foto: AFP
Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, berpidato di hadapan para hadirin setelah upacara pengambilan sumpah jabatan di parlemen di Teheran, pada 30 Juli 2024. Foto: AFP

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Amerika Serikat sebagai aktor utama di balik serangan militer Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resminya yang disiarkan media pemerintah pada Minggu (22/6), Pezeshkian menyebut AS awalnya berusaha menutupi keterlibatannya, namun akhirnya terlihat jelas setelah pasukan Iran merespons serangan tersebut.

"Meskipun mereka awalnya mencoba menyembunyikan peran mereka, setelah tanggapan tegas dari angkatan bersenjata negara kita dan terlihatnya ketidakmampuan rezim Zionis, mereka akhirnya muncul ke permukaan," kata Pezeshkian, dikutip IRNA.

Ia juga menyerukan persatuan nasional pascaserangan, dan meminta seluruh elemen masyarakat mengesampingkan perbedaan demi memperkuat dalam negeri.

Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang hancur setelah serangan rudal dari Iran di Haifa, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Florion Goga/REUTERS
Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang hancur setelah serangan rudal dari Iran di Haifa, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Florion Goga/REUTERS

Sementara itu, profesor politik internasional dari University College Dublin, Scott Lucas, menilai keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran tak lepas dari tekanan Israel.

"Donald Trump dipermainkan oleh Israel; beberapa orang mungkin mengatakan dimanipulasi," ujar Lucas dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Sabtu malam waktu setempat (21/6), Trump mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Israel untuk melakukan serangan ke fasilitas nuklir Iran.

"Kami bekerja sebagai satu tim, seperti yang mungkin belum pernah dilakukan tim mana pun sebelumnya, dan kami telah berupaya keras untuk menghapus ancaman mengerikan ini terhadap Israel," tutur Trump, mengutip Reuters.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan setelah pertemuan di Gedung Putih, di Washington, AS, 7 April 2025. Foto: REUTERS/Kevin Mohatt
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan setelah pertemuan di Gedung Putih, di Washington, AS, 7 April 2025. Foto: REUTERS/Kevin Mohatt

Menurut Lucas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong serangan militer setelah merasa diplomasi yang diusulkan Trump pada Februari merugikan kepentingan Israel.

Dalam pandangannya, Washington menyetujui rencana serangan sejak 8 Juni, dan Israel mulai melancarkan operasi militer skala penuh pada 13 Juni.

"Dalam sembilan hari terakhir, Israel telah menyerang tidak hanya fasilitas nuklir, tapi juga pangkalan militer dan lokasi sipil," jelas Lucas.

Ia menilai keputusan Trump membawa dua konsekuensi politik di dalam negeri. Yang pertama adalah apakah serangan "penghancur bunker" benar-benar berhasil melumpuhkan situs nuklir Fordow.

Kedua, apakah keputusan ini akan memperdalam perpecahan di kalangan partai Republik dan pendukungnya.

"Jika serangan ini terbatas dan dianggap berhasil, Trump bisa menghindari tekanan domestik. Tapi jika Fordow masih utuh, maka akan ada pertanyaan lebih besar, dan mungkin Trump harus mengambil langkah lanjutan yang berisiko mengasingkan sebagian basis pendukungnya," kata Lucas.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: