terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ketua Komisi IV DPR Dorong Petani Nasional Budidayakan Padi Sawah Pokok Murah - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ketua Komisi IV DPR Dorong Petani Nasional Budidayakan Padi Sawah Pokok Murah
Jun 22nd 2025, 13:30 by kumparanBISNIS

Komisi iV DPR RI meninjau ketahanan pangan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto: DPR RI
Komisi iV DPR RI meninjau ketahanan pangan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto: DPR RI

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, meninjau ketahanan pangan dari petani di Agam, Sumatera Barat, yang berhasil melakukan budidaya padi sawah ramah lingkungan dan produktivitas tinggi.

Titiek mengatakan, sistem budidaya padi Sawah Pokok Murah (SPM) menunjukkan petani Indonesia cerdas, karena mampu membuat terobosan pertanian yang unggul namun berbiaya rendah.

"Saya cermati sawah pokok murah ini, merupakan gambaran petani Indonesia khususnya petani Kabupaten Agam kreatif karena mampu menghasilkan budidaya padi berbiaya rendah, ramah lingkungan dengan produktivitas lebih tinggi hingga 40 persen dibandingkan pertanian konvensional," tukas Titiek seusai menyaksikan Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada hari Sabtu (21/6).

Menurut Titiek, SPM bisa menjadi solusi atas permasalahan yang kerap dihadapi petani dalam negeri, seperti ketergantungan pupuk anorganik, hingga kebutuhan air tinggi.

"Metode budidaya ini membuat petani hemat pupuk hingga 30 persen, tidak membutuhkan banyak air, sehingga kita tidak perlu khawatir lagi jika musim tanam dilakukan saat kemarau datang, bahkan hama dan penyakit bisa dikendalikan dengan baik," kata Titiek.

Titiek menegaskan SPM merupakan jawaban atas keterbatasan lahan, menyusutnya tenaga kerja sektor di Indonesia sehingga sistem budidaya SPM bisa ditiru dan diterapkan petani di tempat lain demi tercapainya swasembada pangan.

"Bayangkan rata-rata kepemilikan lahan petani di kabupaten Agam ini tidak lebih dari 3.000 meter persegi, namun hasil panen padinya jauh lebih. Saya rasa metode SPM ini patut dipertimbangkan untuk ditiru dan dilakukan di daerah lain agar swasembada pangan lebih cepat tercapai,"kata Titiek.

Budidaya SPM yang dikembangkan sejak tahun 2021, menjadi populer di kalangan petani Kabupaten Agam, dengan memanfaatkan jerami limbah panen sebagai mulsa, tanpa olah tanah, tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, sedikit pupuk anorganik dan mampu menekan organisme pengganggu tanaman.

Lebih lanjut, Titiek mengatakan Komisi IV mendukung pertanian berkelanjutan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani dan tujuan asta cita berupa kemandirian pangan tercapai.

"Kami di Komisi IV DPR RI sangat mendukung inovasi, inisiatif dan kreativitas petani di Indonesia dalam pertanian berkelanjutan seperti sawah pokok murah di Kabupaten Agam ini, karena pada ujungnya petani akan sejahtera, target asta cita mandiri pangan tercapai dan negara menjadi kuat," pungkas Titiek.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: