terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kemenperin Catat Belanja Produk Lokal Alat Kesehatan Naik Jadi 48 Persen di 2024 - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenperin Catat Belanja Produk Lokal Alat Kesehatan Naik Jadi 48 Persen di 2024
Jun 8th 2025, 13:35 by kumparanBISNIS

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta di kantornya, Jakarta, Rabu (12/3). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta di kantornya, Jakarta, Rabu (12/3). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat belanja produk lokal atau Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk alat kesehatan mencapai 48 persen di e-katalog hingga akhir 2024. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8 persen.

Dalam Perpres Nomor 46 Tahun 2025, pemerintah juga mengatur skema prioritas belanja pemerintah, BUMN, dan BUMD, yang mewajibkan pembelian produk ber-TKDN atau Produk Dalam Negeri (PDN) dibandingkan produk impor.

"Kami juga mengapresiasi langkah konkret Kementerian Kesehatan yang telah meningkatkan pembelian produk lokal hingga mencapai 48 persen di e-Katalog sektoral kesehatan pada tahun 2024 ," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam keterangannya, Minggu (8/6).

Setia mengatakan, pemerintah berupaya mewujudkan ketahanan sektor kesehatan nasional, mengurangi ketergantungan impor, menarik investasi, serta membuka peluang lapangan kerja baru di sektor industri manufaktur.

"Ke depannya, kami berharap, industri alat kesehatan nasional mampu berdaya saing secara global. Hal ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, mandiri, dan modern di segala sektor, sebagai bagian dalam upaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," kata Setia.

Industri alat kesehatan merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Adapun fokus utama dari peta jalan ini adalah pengembangan industri yang berbasis inovasi, teknologi digital, dan efisiensi rantai pasok.

Setia juga menjelaskan, untuk mendukung substitusi impor, Kemenperin memacu industri alat kesehatan nasional berorientasi ekspor ke pasar regional dan global. "Beberapa produk unggulan alat kesehatan seperti hospital furniture, jarum suntik, dan alat diagnostik dalam negeri telah mulai menembus pasar ASEAN dan Timur Tengah," jelasnya.

Dia menjelaskan, salah satu industri dalam negeri yang memproduksi alat kesehatan, Computed Tomography (CT) Scan, yakni PT GE HealthCare dengan PT Forsta Kalmedic Global, anak perusahaan PT Kalbe Farma.

Penyediaan mesin CT scan ini termasuk sepuluh besar alat kesehatan yang diprioritaskan untuk diproduksi secara lokal karena saat ini masih 100 persen dipenuhi oleh produk impor. Adapun kapasitas produksi terpasang CT scan ini sebesar 52 unit per tahun, dengan proyeksi kebutuhan mencapai 306 unit hingga tahun 2027.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan, menuturkan proses perakitan dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang memperoleh pelatihan dari principal GE.

"Ke depannya, kami berharap industri dapat meningkatkan kedalaman struktur produknya melalui sourcing bahan baku dan komponen lokal secara bertahap sesuai dengan guidance principal dari GE Healthcare Amerika Serikat ,sehingga dengan adanya investasi ini dapat mendukung pengembangan ekosistem alat kesehatan di Indonesia," tambahnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: