terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
FAO Prediksi Produksi Beras RI Capai 35,6 Juta Ton untuk Musim Tanam 2025/2026 - my blog
Stok beras di Gudang Bulog Pekandangan Kabupaten Indramayu (31/5/2024). Foto: kumparan
Food and Agriculture Organization (FAO) atau Badan Pangan dunia memprediksi produksi beras Indonesia akan meningkat. Khusus musim tanam 2025/2026, FAO memproyeksi produksi beras bisa mencapai 35,6 juta ton.
Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pertanian (Kementan) pada Selasa (24/6) proyeksi FAO ini terdapat dalam Food Outlook-Biannual Report on Global Food Markets edisi Juni 2025. Prediksi tersebut menjadi sejarah baru karena merupakan rekor tertinggi Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
Jika proyeksi FAO tersebut terwujud maka angka tersebut berada di atas target pemerintah yang ada di 32 juta ton.
"Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing dan ketahanan dalam sektor pertanian, khususnya di subsektor pangan strategis," tulis laporan tersebut.
Dalam laporan itu, Indonesia ditempatkan sebagai negara produsen beras terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Bangladesh. Di mana kenaikan diproyeksi mencapai 4,5 persen dibanding musim tanam 2024/2025 di 34 juta ton.
Jika dibandingkan negara lain, kenaikan produksi beras Indonesia hanya kalah dari Brasil dengan kenaikan sebesar 14,7 persen. FAO justru memproyeksi beberapa negara produsen lain seperti Thailand dan Pakistan mengalami penurunan produksi.
Dua pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Palebon, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
"Proyeksi positif dari FAO ini juga menjadi sinyal kepercayaan internasional terhadap potensi sektor pangan Indonesia. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpeluang memperkuat stok beras nasional, melakukan ekspor, dan meningkatkan posisi strategisnya dalam sistem pangan global," tulis keterangan Kementan.
Selain FAO, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga memproyeksi hal serupa. USDA memprediksi produksi beras Indonesia untuk musim tanam 2024/2025 bisa mencapai 34,6 juta ton atau naik 600 ribu dari proyeksi bulan lalu dan tumbuh 4,8 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya.
USDA menyebut proyeksi kenaikan produksi ini didasarkan pada peningkatan luas panen menjadi 11,4 juta hektare dan cuaca di awal tahun yang mendukung.
Sampai saat ini Kementan mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) telah 4,15 juta ton. Selain itu, harga gabah di tingkat petani juga dilaporkan tetap stabil. Menurut Kementan harga gabah di tingkat petani itulah yang menjadi poin krusial dalam menjaga keberlanjutan peningkatan produksi beras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar