terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
China Kecam Serangan AS ke Iran: Ini Akan Perburuk Ketegangan Timur Tengah - my blog
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat dari Tubas, di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Raneen Sawafta/REUTERS
Pemerintah China mengecam keras serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Kementerian Luar Negeri China menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Langkah ini hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah," tulis pernyataan resmi kementerian yang diunggah di situs web mereka, lapor Reuters, Minggu (22/6).
Beijing mendesak semua pihak untuk menahan diri, dan meminta Israel menghentikan serangan militer.
Pemerintah China juga mendorong dimulainya dialog dan negosiasi sebagai jalan penyelesaian konflik.
3 Lokasi Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS. Foto: Google Earth
Sementara itu, Rusia menyuarakan kritik tajam terhadap serangan AS.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menuduh Presiden AS Donald Trump memulai perang baru.
"Trump, yang sebelumnya datang sebagai presiden pembawa damai, justru menyeret Amerika ke dalam konflik militer lain," ujar Medvedev melalui akun Telegram-nya.
Menurutnya, mayoritas negara di dunia menentang tindakan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Langkah tersebut, lanjut Medvedev, hanya akan memperbesar kemungkinan konfrontasi darat yang berkepanjangan.
"Dengan keberhasilan seperti ini, Trump tidak akan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian," tuturnya.
Dari Asia Selatan, Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyampaikan kekhawatiran.
Ia mengaku telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk.
"India kembali menyerukan de-eskalasi segera, dialog, dan diplomasi sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas kawasan," tulis Modi melalui media sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar