terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Begini Skema Pergerakan Jemaah Haji dari Mina ke Hotel di Makkah - my blog
Tenda jemaah haji di Mina. Foto: Moh Fajri/kumparan
Jemaah haji Indonesia masih menjalani rangkaian ibadah haji yakni lempar jumrah dan mabit atau bermalam di Mina. Setelah itu, mereka akan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi memastikan layanan di Mina akan disiapkan hingga 13 Zulhijah 1446 atau 9 Juni 2025. Layanan itu termasuk bagi jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani.
Ada dua skema pergerakan jemaah haji dari Mina ke hotel di Makkah. Pertama, Nafar Awal, yaitu jemaah yang menginap atau mabit di Mina sampai 12 Zulhijah. Mereka akan diantar dari Mina ke hotel di Makkah sebelum matahari terbenam.
Jemaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Makkah, Arab Saudi, Jumat (6/6/2025). Foto: Khaled Abdullah/Reuters
Kedua, Nafar Tsani, yaitu jemaah yang menginap atau mabit di Mina sampai 13 Zulhijah. Mereka akan diantar dari Mina ke hotel di Makkah sejak 13 Zulhijjah pagi.
"Kami siapkan layanan bagi jemaah Nafar Awal maupun Nafar Tsani. Layanan baik tenda maupun konsumsi di Mina akan tetap diberikan hingga seluruh jemaah kembali ke hotel di Makkah," ungkap di Mina, Sabtu (7/6).
Penegasan Muchlis ini sekaligus menepis beredarnya rumor bahwa jemaah Nafar Tsani tidak akan mendapat pelayanan.
"Rumor semacam ini jelas tidak benar alias hoaks," tegas Muchlis.
Muchlis menegaskan jemaah haji diberi kesempatan untuk memilih akan mengambil Nafar Awal atau Nafar Tsani. PPIH mendata usulan jemaah untuk mempersiapkan fasilitas penjemputan.
"Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya sekitar 60 persen mengambil Nafar Awal, sedang 40 persen mengambil Nafar Tsani. Data tahun ini masih direkonsiliasi," terang Muchlis.
"Apa pun pilihan jemaah, kita tetap berikan pelayanan sampai fase akhir Mabit di Mina pada 13 Zulhijjah 1446 H," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar