terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Para mahasiswa Iran membentuk rantai manusia dalam sebuah protes untuk mempertahankan program nuklir negara mereka di luar Fasilitas Konversi Uranium Fordo di Qom, Iran (19/11/2013). Foto: CHAVOSH HOMAVANDI/AFP
Arab Saudi mengecam serangan Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklir Iran. AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Sabtu malam (21/6).
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (22/6), pemerintah Saudi menyinggung kembali sikap mereka saat perang Israel-Iran pecah. Saat itu Saudi mengecam serangan tersebut karena melanggar norma-norma internasional dan menyerukan deeskalasi yang mendesak.
Dikutip dari Saudi Gazette, Kementerian Luar Negeri Saudi menekankan pentingnya mengerahkan semua upaya yang mungkin untuk menjaga stabilitas regional dengan menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Arab Saudi juga mendesak masyarakat internasional untuk mengintensifkan upaya diplomatik selama periode kritis ini untuk mencapai resolusi politik atas krisis tersebut.
Kerajaan menekankan bahwa hasil yang damai sangat penting untuk membuka babak baru bagi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.
Sebelumnya Parlemen AS juga mengecam keputusan Presiden Trump karena meluncurkan serangan ke Iran tanpa persetujuan legislatif.
Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menyebut tindakan Trump sebagai langkah sepihak yang tidak memiliki otorisasi kongres dan bisa membawa konsekuensi besar bagi keamanan kawasan maupun pasukan AS.
"Donald Trump tidak meminta otorisasi kongres untuk serangan tersebut. Dia akan bertanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi yang merugikan," kata Jeffries dalam pernyataan tertulis, mengutip Al Jazeera, Minggu (22/6).
Tindakan Trump itu diduga buntut kesepakatan nuklir yang tak kunjung berhasil dicapai AS dan Iran, menyusul konflik di Timur Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar