terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Prabowo Ingin Kabinet Nilai Diri Objektif: Kalau Tidak, Kita Bisa Masuk Jebakan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prabowo Ingin Kabinet Nilai Diri Objektif: Kalau Tidak, Kita Bisa Masuk Jebakan
May 5th 2025, 18:47 by kumparanNEWS

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh anggota kabinetnya untuk melakukan evaluasi diri secara objektif dalam hal kinerja yang sudah terlaksana selama ini. Menurutnya, ini penting untuk menentukan arah kebijakan sudah tetap atau tidak.

"Saya ingin kita secara objektif menilai diri kita. Kalau kita tidak objektif kita bisa masuk jebakan bahwa kita menganggap diri kita sudah mampu padahal kita tidak mampu. Kita sudah melihat bahwa arah kebijakan kita benar padahal tidak benar," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/5).

Prabowo menekankan bahwa tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ia menggunakan analogi pendulum dan kompas untuk menggambarkan dampak besar dari keputusan kecil di tingkat atas terhadap masyarakat luas.

"Keputusan yang keliru di atas akibatnya tidak mudah bagi mereka yang ada di bawah. Kita harus ingat juga azimut sebuah kompas. Kita deviasi sedikit di awal setelah kita berjalan beberapa ribu meter bahkan kilometer itu deviasinya sangat besar. Di awal deviasi kita 1 derajat di ujungnya sudah menyimpang jauh sekali," ucap dia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung capaian kabinetnya selama enam bulan pertama memimpin pemerintahan. Ia menyebut masa itu sebagai semester pertama dan waktu yang tepat untuk melihat rapor kinerja bersama.

"Baru saja kita melewati tonggak 6 bulan pertama, bisa dikatakan ini adalah semester pertama pemerintahan kita dan sekarang tibanya kita melihat raport kita, apakah merah atau memuaskan atau cukup memuaskan atau sangat memuaskan?," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: