terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Gibran Sindir Pihak yang Gerah karena QRIS Kian Populer - my blog
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau gerbang exit tol di KM 149, Gedebage, Bandung, pada Jumat (20/12/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyebut pertumbuhan pesat pengguna QRIS telah menjadi solusi pembayaran yang efisien sekaligus memicu kecemasan bagi pihak tertentu.
Dalam video monolog berjudul "Scan QRIS-nya: Ini Tentang Kedaulatan Ekonomi Bangsa" yang diunggah Sekretariat Wapres, Gibran mengatakan QRIS kini digunakan oleh lebih dari 56 juta orang, dan jumlah merchant mencapai 38 juta.
"Penggunaannya meledak luar biasa dan sedikit membuat gerah pihak lain," ujar Gibran mengutip Antara, Minggu (18/5).
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, QRIS tidak hanya memudahkan customer, tapi juga memberikan manfaat bagi pedagang kaki lima, usaha rumahan dan UMKM, baik dari sisi digitalisasi maupun akses terhadap layanan jasa keuangan.
Data Bank Indonesia menunjukkan, per Maret 2025, volume transaksi QRIS menembus 1 miliar kali atau naik 173 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai transaksinya pun melonjak 149 persen menjadi Rp104 triliun.
Gibran menegaskan, teknologi pembayaran digital ini bukan hanya memudahkan konsumen, tapi juga memberdayakan pelaku UMKM. Saat ini, 93 persen merchant QRIS berasal dari sektor UMKM.
Ia mengajak publik mendukung teknologi buatan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) tersebut sebagai bagian dari kedaulatan ekonomi digital nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar