terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

4 Pelukis Indonesia Ikut Pameran Lukisan di Beijing, China - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
4 Pelukis Indonesia Ikut Pameran Lukisan di Beijing, China
May 19th 2025, 05:10 by kumparanNEWS

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun (dua kanan) berfoto bersama tiga pelukis dari indonesia. Dok. Istimewa
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun (dua kanan) berfoto bersama tiga pelukis dari indonesia. Dok. Istimewa

Empat pelukis Indonesia berpartisipasi dalam pameran lukisan The Charms of Beijing International Art Exchange Exhibition and the 2nd Art Exhibition of the Southeast and South Asia Chapter of the Western Returned Scholars Association. Pameran itu digelar di museum Blanc de Chine – Dehua Porcelain, Beijing, pada 17-20 Mei 2025.

Adapun empat pelukis tersebut yakni Elsiwi Oratmangun, Emmy Go, Suharmanto dan Mas Hedi Suryatna. Elsiwi Oratmangun, pelukis Indonesia yang saat ini berbasis di Beijing, memamerkan dua lukisan: All the Flowers of all the Tomorrows are in the Seed of Today yang terinspirasi oleh suasana musim semi di kota Chengdu, China dan Whispering Spring of Scarlet.

Elsiwi Oratmangun bersama dua lukisannya yang dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa
Elsiwi Oratmangun bersama dua lukisannya yang dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa

Sementara pelukis lainnya masing-masing memamerkan satu lukisan, Emmy Go, pelukis Indonesia yang tinggal di Papua, memamerkan lukisan berjudul the Coming Light. Kemudian lukisan Suharmanto pelukis dari Yogyakarta berjudul the Power of Red. Lalu Mas Hedi Suryatna, pelukis Indonesia yang tinggal di Beijing, memamerkan lukisan berjudul the Golden Silk Road.

Salah satu lukisan karya pelukis Indonesia, Emmy Go, yang dipamerkan di Beijing. Dok Istimewa
Salah satu lukisan karya pelukis Indonesia, Emmy Go, yang dipamerkan di Beijing. Dok Istimewa

Partisipasi keempat pelukis Indonesia pada pameran tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan kreativitas seniman Indonesia sekaligus meningkatkan jejaring dan exposure kreasi seniman Indonesia di kawasan. Pameran ini menghadirkan karya dari sekitar 80 pelukis yang selain berasal dari Indonesia, juga dari China, Malaysia, Viet Nam, Filipina, Singapura dan Yunani.

Lukisan Suharmanto saat dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa
Lukisan Suharmanto saat dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa

Elsiwi Oratmangun, pelukis yang juga istri dari Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, saat pembukaan pameran berharap pelukis dan seniman Indonesia dapat semakin dikenal di kawasan. Selain itu, melalui partisipasi ini juga akan mendorong inspirasi dalam berkreasi, penguatan jejaring, kerja sama serta pemahaman budaya satu sama lain.

Lukisan Mas Hedi Suryatna yang dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa
Lukisan Mas Hedi Suryatna yang dipamerkan di Beijing. Dok. Istimewa

Sementara Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, saat menghadiri acara pembukaan menyampaikan apresiasinya atas partisipasi pelukis-pelukis Indonesia sebagai bentuk peran aktif aktif pada diplomasi budaya.

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, berfoto bersama para pelukis yang ikut dalam pameran di Beijing. Dok. Istimewa
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, berfoto bersama para pelukis yang ikut dalam pameran di Beijing. Dok. Istimewa

"Indonesia banyak memiliki talenta dan pelukis-pelukis berkualitas. Semoga ke depan, karya-karya pelukis Indonesia semakin banyak dikenal di luar negeri, khususnya Tiongkok," ujarnya.

Pameran diselenggarakan oleh the Asia Artists Association dan the Southeast and South Asia SubCommittee on the Western Returned Scholars Association. Pameran ini menjadi platform diplomasi budaya sekaligus mendorong penguatan kolaborasi antar seniman dan mendorong saling pemahaman budaya melalui karya-karya seniman di China dan ASEAN.

Pameran digelar selama 4 hari, mulai 17 Mei – 20 Mei 2025, di museum Blanc de Chine – Dehua Porcelain, yang terletak di Fengtai, Beijing.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: