terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Apple dan Oracle Melonjak - my blog
Jun 13th 2024, 05:50, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (12/6). Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat, sementara Indeks Dow Jones terpantau menurun.
Indeks Dow Jones turun 35,21 poin atau 0,09 persen menjadi 38.712,21. S&P 500 naik 45,71 poin atau 0,85 persen menjadi 5.421,03 dan Nasdaq Composite naik 264,89 poin atau 1,53 persen menjadi 17,608.44.
Mengutip Reuters, Kamis (13/6), indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi dalam tiga hari ini karena Federal Reserve (The Fed) memproyeksikan hanya satu kali penurunan suku bunga tahun ini.
Proyeksi The Fed pada bulan Maret lalu mencakup pengurangan tiga perempat poin persentase. Bank sentral AS, dalam pernyataannya di akhir pertemuan tanggal 11-12 Juni, juga mengatakan pihaknya tidak mengubah kebijakan suku bunga, seperti yang diharapkan.
Adapun saham-saham terpantau berfluktuasi setelah berita dan konferensi pers dengan Ketua Fed Jerome Powell, dengan S&P 500 dan Nasdaq akhir-akhir ini memangkas kenaikan dan Dow berakhir hampir datar.
Saham Oracle melonjak 13,3 persen setelah penyedia perangkat lunak memperkirakan pendapatan dua digit pada tahun fiskal 2025. Kemudian saham Apple naik 2,9 persen, angka ini memperpanjang kenaikan kuat pada hari Selasa kemarin.
Sementara itu, volume perdagangan di bursa AS berjumlah 11,80 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,74 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Saham dibuka lebih tinggi ini setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat (AS) secara tak terduga tidak berubah pada bulan Mei karena harga bensin yang lebih murah.
"Angka CPI tentu saja lebih dingin dari perkiraan dan mendorong optimisme untuk memulai hari ini, namun itu hanya setengah dari menu hari ini," kata Michael James, Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas di Wedbush Securities.
James memperkirakan pasar akan berakhir melemah setelah pembaruan The Fed, hal ini bersifat hawkish dan ekspektasi penurunan suku bunga dipangkas dari tiga menjadi satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar