terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Utut Adianto: Presiden Lebih Dengar Projo dan Bara JP dari Lemhannas-Wantannas - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Utut Adianto: Presiden Lebih Dengar Projo dan Bara JP dari Lemhannas-Wantannas
Jun 13th 2024, 20:01, by Paulina Herasmaranindar, kumparanNEWS

Wasekjen PDI-P Utut Adianto di TVRI, Senin (12/6). Foto: Haya Syahira/kumparan
Wasekjen PDI-P Utut Adianto di TVRI, Senin (12/6). Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mempertanyakan fungsi kelembagaan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI) dan Dewan Ketahanan Nasional (disingkat Wantannas).

Menurut politisi PDIP, kedua lembaga tersebut tidak memberikan kontribusi nyata di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Sebab menurutnya, Jokowi lebih mendengarkan kelompok relawan pengusungnya.

"Presiden lebih dengar Projo (Pro Jokowi) ketimbang Wantannas, presiden lebih dengerin Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) ketimbang Gubernur Lemhannas. Lantas kita mau letakkan di mana?" kata Utut saat RDP bersama Gubernur Lemhannas dan Sesjen Wantannas, Kamis (13/6).

Kedua lembaga ini sebenarnya berfungsi untuk membantu presiden merumuskan rancangan kebijakan dan strategi nasional.

Ilustrasi Komisi I DPR RI. Foto: Haya Syahira/kumparan
Ilustrasi Komisi I DPR RI. Foto: Haya Syahira/kumparan

Namun, Utut menyangsikan fungsi ini dilakukan dengan nyata oleh kedua lembaga ini. Bahkan, ia berani beratuh selama kepemimpinannya Jokowi jarang bertemu untuk rapat bersama Lemhannas dan Wantannas.

"Dugaan saya yang mau bertamu juga jarang. Kalau pernah ketemu saya voor 1 banding 10. Kalau bener saya kasih Rp 10 juta, eh Rp 100 juta, kalau saya yang, bapak yang nggak bener bapak kasih saya Rp 10 juta," katanya.

Utut tidak ingin kedua lembaga ini memiliki label tempat parkir para petinggi TNI-Polri menjelang pensiun.

"(Label) ini yang harus kita perbaiki. Ke depan kalau nanti TNI dan Polri undang-undangnya kita ketok, bapak akan disebar diperbantukan di sipil dan manfaat bapak jauh lebih hebat," tuturnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: