terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Rumah Subsidi Akan Dibangun di Lahan Negara, Fahri Hamzah Jamin Harganya Murah - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rumah Subsidi Akan Dibangun di Lahan Negara, Fahri Hamzah Jamin Harganya Murah
Jun 23rd 2025, 13:44 by kumparanBISNIS

Foto udara deretan unit rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Foto udara deretan unit rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah sempat menyinggung rencana untuk mengalihkan skema subsidi rumah dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi subsidi tanah. Terkait itu, Fahri menjelaskan dengan adanya subsidi tanah maka harga rumah subsidi di Jakarta bisa lebih murah.

Hal ini karena nantinya biaya pembangunan rumah bisa dikurangi unsur biaya tanah yang lebih murah. Fahri memperkirakan harga rumah subsidi di Jakarta masih akan tetap di bawah Rp 200 juta untuk rumah tipe 36.

"Bisa kurang daripada itu (Rp 200 juta), terus terang aja ya kita ini lagi menghitung agak detail nih angka-angkanya itu, saya temukan itu angka-angka yang bisa lebih murah asalkan tanah itu digratiskan (disubsidi)," kata Fahri ditemui di Energy Building, Jakarta Selatan pada Senin (23/6).

Nantinya, tanah yang disubsidi juga merupakan tanah milik pemerintah termasuk beberapa tanah di kota Jakarta, bukan hanya di pinggiran Jakarta.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah usai acara Peluncuran Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2025 dari Bank Dunia di Energy Building, Jakarta Selatan pada Senin (23/6/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah usai acara Peluncuran Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2025 dari Bank Dunia di Energy Building, Jakarta Selatan pada Senin (23/6/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

"Banyak, itu kayak misalnya Kebayoran, kemudian presiden pernah menyebut itu komplek DPR (Kalibata) tapi kan komplek DPR sekarang ada permintaan itu mau dijadikan rumah kementerian lagi. Ada banyak sekali tempat-tempat di sini (Jakarta) yang merupakan punya pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, jika nantinya subsidi tanah di kota dilakukan maka pergerakan atau mobilitas masyarakat dari kalangan pekerja untuk keluar masuk Jakarta ke kota di pinggirnya bisa berkurang.

"Kalau itu dikonversi menjadi social housing, itu akan menahan orang supaya tidak keluar dari kota setiap pagi dan malam gitu loh," kata Fahri.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut Fahri mengungkap hal ini merupakan usulan dari Satuan Tugas (Satgas) Perumahan. Terkait rencana komplek DPR di Kalibata, Jakarta Selatan yang ingin dijadikan hunian menteri, Fahri menjelaskan hal tersebut masih merupakan bahasan internal kementerian.

"Ini diskusi di kalangan kementerian karena memang bisa dibilang hampir semua menteri belum, terutama wakil menteri itu belum dikasih fasilitas rumah. Karena itu (di Kalibata) sudah ada ada 500 an unit (rumah) tuh yang sudah ada di situ, sebenarnya ada itu, tinggal yang mesti direnovasi dan sebagainya," ujar Fahri.

Sebelumnya, FLPP merupakan skema subsidi rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan bunga tetap sebesar 5 persen dan tenor hingga 20 tahun. Setiap tahunnya, FLPP diberi kuota. Menurut Fahri, keberadaan kuota justru memperlambat serapan rumah subsidi.

"Kan Presiden bilang sudah lah jangan pakai kuota-kuota. Kuota itu lamban, nanti orang itu langsung aja berhubungan dengan tempat dia mengambil rumahnya, enggak perlu terlalu banyak rantai," ujar Fahri ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (18/6).

"Sekarang kuota FLPP masih ada. Tapi policy masa depannya harus diperbaiki, karena faktanya kan begitu, lamban semuanya kan," lanjutnya.

Untuk itu, skema subsidi yang sedang ia usulkan adalah bukan lagi skema FLPP, melainkan subsidi pada tanah untuk rumah subsidi. Sehingga, nantinya tanah negara bisa dibeli atau disewa dengan murah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: