terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ramai-Ramai Kecam Serangan AS ke Iran: DPR, Arab Saudi hingga China - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ramai-Ramai Kecam Serangan AS ke Iran: DPR, Arab Saudi hingga China
Jun 23rd 2025, 03:07 by kumparanNEWS

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket setelah Iran menembakkan salvo rudal balistik, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, 1 Oktober 2024 Foto: Amir Cohen/REUTERS
Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket setelah Iran menembakkan salvo rudal balistik, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, 1 Oktober 2024 Foto: Amir Cohen/REUTERS

Saling serang Israel dan Iran hampir dua pekan berjalan atau sejak Jumat (13/6). Perang ini berawal serangan mendadak Israel ke Iran yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi militer negara itu.

Terbaru, Amerika Serikat ikut menyerang tiga fasilitas nuklir milik Iran. Serangan itu pun mendapat reaksi keras dari negara yang dipimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

3 Lokasi Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS. Foto: Google Earth
3 Lokasi Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS. Foto: Google Earth

Serangan itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, berikut rangkumannya:

Arab Saudi Kecam Serangan AS ke Iran

Ilustrasi bendera Arab Saudi. Foto: Shutterstock
Ilustrasi bendera Arab Saudi. Foto: Shutterstock

Arab Saudi mengecam serangan Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklir Iran. AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Sabtu malam (21/6).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (22/6), pemerintah Saudi menyinggung kembali sikap mereka saat perang Israel-Iran pecah. Saat itu Saudi mengecam serangan tersebut karena melanggar norma-norma internasional dan menyerukan deeskalasi yang mendesak.

Dikutip dari Saudi Gazette, Kementerian Luar Negeri Saudi menekankan pentingnya mengerahkan semua upaya yang mungkin untuk menjaga stabilitas regional dengan menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

Arab Saudi juga mendesak masyarakat internasional untuk mengintensifkan upaya diplomatik selama periode kritis ini untuk mencapai resolusi politik atas krisis tersebut.

Kerajaan menekankan bahwa hasil yang damai sangat penting untuk membuka babak baru bagi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

China Kecam Serangan AS ke Iran: Ini Akan Perburuk Ketegangan Timur Tengah

Tim penyelamat mengevakuasi warga setelah serangan rudal dari Iran di Tel Aviv, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Tomer Appelbaum/REUTERS
Tim penyelamat mengevakuasi warga setelah serangan rudal dari Iran di Tel Aviv, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Tomer Appelbaum/REUTERS

Pemerintah China mengecam keras serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Kementerian Luar Negeri China menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Langkah ini hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah," tulis pernyataan resmi kementerian yang diunggah di situs web mereka, lapor Reuters, Minggu (22/6).

Beijing mendesak semua pihak untuk menahan diri, dan meminta Israel menghentikan serangan militer.

Pemerintah China juga mendorong dimulainya dialog dan negosiasi sebagai jalan penyelesaian konflik.

BKSAP DPR soal AS Serang Iran: Perburuk Konflik dan Rusak Kepercayaan Diplomasi

Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat kepada Iran.

Menurutnya, serangan ini malah memperburuk situasi di tengah berlangsungnya perundingan antara Iran dan Uni Eropa di Swiss.

"Tindakan sepihak Amerika Serikat tidak hanya memperburuk konflik, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap mekanisme diplomasi internasional," kata Mardani dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6).

Menlu Iran Kutuk Serangan AS: Keterlaluan, Akan Ada Konsekuensi Kekal!

Menlu Iran Abbas Araghchi Foto: X/@araghchi
Menlu Iran Abbas Araghchi Foto: X/@araghchi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengutuk serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir utama Iran sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Ia menyebut serangan tersebut "keterlaluan" dan memperingatkan bahwa dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.

"Peristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal," tulis Araghchi lewat akun resminya di platform X, mengutip AFP, Minggu (22/6).

Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan negaranya berhak membela diri.

"Sesuai dengan Piagam PBB, Iran memiliki semua opsi yang sah untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya," kata Araghchi.

Anggota DPR AS Kecam Trump: Serangan ke Iran Ilegal, Tanpa Persetujuan Kongres

Perwakilan AS Hakeem Jeffries berbicara mendukung undang-undang hak suara selama konferensi pers Kaukus Hitam Kongres di Capitol Hill di Washington, AS, 12 Januari 2022. Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS
Perwakilan AS Hakeem Jeffries berbicara mendukung undang-undang hak suara selama konferensi pers Kaukus Hitam Kongres di Capitol Hill di Washington, AS, 12 Januari 2022. Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang memerintahkan serangan militer ke Iran tanpa persetujuan legislatif.

Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menyebut tindakan Trump sebagai langkah sepihak yang tidak memiliki otorisasi kongres dan bisa membawa konsekuensi besar bagi keamanan kawasan maupun pasukan AS.

"Donald Trump tidak meminta otorisasi kongres untuk serangan tersebut. Dia akan bertanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi yang merugikan," kata Jeffries dalam pernyataan tertulis, mengutip Al Jazeera, Minggu (22/6).

Jeffries juga menyinggung janji Trump sebelumnya yang ingin membawa perdamaian ke Timur Tengah.

"Dia gagal menepati janji itu. Risiko perang kini meningkat drastis, dan saya berdoa untuk keselamatan pasukan kita di wilayah tersebut yang kini dalam bahaya," tambahnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: