terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Sahroni: Di Republik Ini Orang Bajingan Diwadahi, Orang Pintar Dibuang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sahroni: Di Republik Ini Orang Bajingan Diwadahi, Orang Pintar Dibuang
May 7th 2025, 16:15, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS

Wakil Ketua Komisi III Sahroni memimimpin RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Wakil Ketua Komisi III Sahroni memimimpin RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Komisi III DPR RI menggelar audiensi kepada beberapa pihak yang merasa menjadi korban mafia tanah. Audiensi tersebut dilakukan di ruang rapat Komisi III DPR.

Rapat kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni. Sahroni menyoroti kelakuan sejumlah oknum yang menyebabkan mafia tanah merajalela. Ini belum termasuk sejumlah kejahatan lainnya.

"Republik ini, Pak, jangan heran, yang bajingan diwadahin, yang bener dibuang-buang, Pak. Itulah republik ini," tutur Sahroni di ruang rapat Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5).

Meski begitu, Bendahara Umum NasDem itu memastikan keluhan yang disampaikan ke DPR akan diteruskan ke pihak terkait untuk segera mendapat penyelesaiannya.

"Tapi ya kita semua ini di dalam ruangan ini, bapak ngadu ke kami, kami akan teruskan semaksimal mungkin untuk membantu bapak-bapak yang ngadu di DPR ini," ucapnya.

Aduan Kelompok Tani

RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Salah satu pihak yang datang untuk mengadu Komisi III, yakni dari yakni Kelompok Tani Saiyo dari Medan. Mereka tidak mengutarakan banyak soal kasus mafia tanah.

Namun, mereka mendesak agar Komisi III turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung ada oknum instansi lembaga negara yang terlibat.

"Jadi dalam hal ini yang perlu kami sampaikan hanya merupakan supaya bapak pimpinan dan Komisi III DPR RI turun ke lapangan biar kami tunjuk tanah itu, mafia tanah itu bukan PT, tapi pejabat lembaga negara," ujar perwakilan Kelompok Tani Saiyo, Hasim Simanjuntak.

Kelompok Tani Saiyo turut menyampaikan sertifikat-sertifikat tanah yang mereka miliki tidak diakui. Lembaga berwenang, menurut Hasim, lebih mempertimbangkan dokumen fiktif yang dipersoalkan dalam sengketa tanah.

"Ini (sertifikat) untuk apa gunanya? Produk negara, dokumen fiktif lebih diakui, untuk apa ini? Apa kita bakar di sini," ujar dia.

Selain itu, pengaduan datang dari PT Infinitas Merah Putih (IMP).

RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Kuasa Hukum PT Infinitas Merah Putih menjelaskan terjadi pemalsuan sertifikat kebun sawit milik PT tersebut yang berlokasi di Dusun Sebaju, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Sehingga, PT IMP tidak bisa melakukan panen hasil kelapa sawit.

"Tanah kami disertifikatkan statusnya ditingkatkan sepihak oleh oknum mafia tanah dan kebun kami dikuasai sejak Juli 2023 hingga detik ini," ujar kuasa hukum PT IMP.

"Jadi setiap kami mau memanen, saya sempat dipukul secara langsung. Diancam oleh preman-preman, dan mereka melakukan penguasaan ini ilegal, Pak," ungkapnya.

Sahroni lantas mengapresiasi langkah kuasa hukum yang tidak melawan. Kata dia, pemerintah gencar menindak aksi premanisme.

"Kamu sewa preman, ini preman lagi banyak sekarang, sewa preman untuk dampingi kamu, preman lagi banyak sekarang," tuturnya.

"Kami tidak mau pimpinan untuk melawan hukum," jawab kuasa hukum PT IMP.

"Bagus karena premanisme kita mau diberantas. Kalau tadi pagi, Pak Menko Polkam mau berantas premanisme, kita tunggu benarkah premanisme mau diberantas oleh Menko Polkam," timpal Sahroni.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: