terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Rachmat Gobel Jelaskan Alasan Investor Asing Mau Tanam Modal di RI - my blog
May 6th 2025, 17:42, by Abdul Latif, kumparanBISNIS
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia-Jepang Rachmat Gobel memberikan keynote speech pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Syawal Darisman/kumparan
Anggota DPR RI Rachmat Gobel menegaskan bahwa pasar domestik Indonesia merupakan alasan utama yang mendorong investor asing menanamkan modal di Tanah Air.
Ia menyebut, ukuran pasar yang besar merupakan insentif tersendiri bagi perusahaan luar negeri.
"Kalau kita tanya kenapa mereka mau invest ke Indonesia? Karena Indonesia punya penduduk besar, sumber daya alam melimpah, dan daya beli yang menjanjikan," kata Rachmat dalam kumparan New Energy Vehicle Summit 2025, MGP Space, Jakarta Selatan, Selasa (6/5).
Menurut pria yang juga menjabat Ketua Liga Parlemen Indonesia-Jepang ini, sejak menjabat sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin), ia selalu menekankan pentingnya menjaga pasar dalam negeri untuk mendorong pembangunan industri nasional.
Pasar domestik, kata dia, menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam strategi menarik investasi asing.
Rachmat juga menyoroti strategi China saat membuka ekonominya untuk investasi global.
Ia mengatakan, China memberikan insentif besar, menjaga biaya produksi tetap rendah, dan membangun ekosistem industri yang kuat untuk menarik investor.
"Mereka bangun fasilitas, kasih insentif, dan gaji pekerja tidak naik selama lima tahun. Tapi setelah itu, para pekerja sudah bisa membuat sendiri, industri menyebar ke provinsi lain," ujar Rachmat.
Ia mengajak pemerintah untuk meniru pendekatan terstruktur seperti yang dilakukan China, terutama dalam membangun industri nasional berbasis kekuatan pasar lokal.
Menurutnya, menjaga stabilitas dan potensi pasar domestik adalah kunci untuk menggerakkan pertumbuhan industri Indonesia ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar