terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Populer: The Fed Bakal PHK 2.000 Karyawan; Pungutan Ekspor CPO Naik 10% - my blog
Berita mengenai Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang akan PHK 2.000 karyawannya menjadi salah satu berita populer pada Sabtu (17/5). Selain itu, berita mengenai pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang naik menjadi 10 persen juga ramai dibaca di kumparanBISNIS. Simak rangkumannya.
The Fed Bakal PHK 2.000 Karyawan
Ketua The Fed Jerome Powell mengungkap pemangkasan karyawan dilakukan sebagai langkah efisiensi organisasi dengan melakukan PHK terhada 10 persen jumlah karyawan.
"Pengalaman di sini dan di tempat lain menunjukkan bahwa sehat bagi organisasi mana pun untuk secara berkala melihat kembali staf dan sumber dayanya. Fed telah melakukan itu dari waktu ke waktu karena pekerjaan, prioritas, atau lingkungan eksternal kami telah berubah," kata Powell.
Ketua Dewan Cadangan Federal Jerome Powell berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal. Foto: AFP
The Fed juga telah melakukan evaluasi berkala selama bertahun-tahun, seiring perubahan pekerjaan, prioritas, dan lingkungan eksternal. Salah satu hal yang dilakukan adalah melakukan penawaran program pengunduran diri sukarela yang ditangguhkan bagi karyawan Dewan Cadangan Federal yang memenuhi syarat pensiun penuh pada akhir 2027.
Dilansir dari CNBC International, The Fed pada 2023 mencatat jumlah karyawan mendekati 24.000 orang. Dengan pemangkasan tersebut nantinya The Fed hanya akan memiliki karyawan sejumlah 22.000 orang.
Pungutan Ekspor CPO Naik 10%
Dengan naiknya pungutan ekspor CPO jadi 10 persen per Sabtu (17/5), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah menunda kenaikan tarif tersebut.
"Saat ini ekspor minyak sawit Indonesia terkena 3 beban yaitu DMO (Domestic Market Obligation), PE dan BK (Bea Keluar), total beban ini sebelum kenaikan sebesar USD 221/metric ton untuk kenaikan ini kita belum menghitung berapa total bebannya," kata Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono kepada kumparan.
Tandan buah segar kelapa sawit. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menurutnya nantinya harga sawit Indonesia bisa menjadi kurang kompetitif dibanding Malaysia. Selain itu, kenaikan PE ini juga bisa menekan harga tandan buah segar (TBS) petani.
"Dengan kondisi global saat ini yang kurang baik dengan adanya tarif Trump, perang India dengan Pakistan di mana India adalah importir terbesar kedua dan Pakistan importir terbesar ketiga, maka sebaiknya kenaikan PE ini ditunda terlebih dahulu menunggu situasi membaik," ujarnya.
Tarif pungutan ekspor CPO naik dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 10 persen. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 30 Tahun 2025 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan pada Kementerian Keuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar