terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
KPAI: Siswa Dikirim ke Barak Militer Paling Banyak Tidur di Kelas, Bukan Tawuran - my blog
May 18th 2025, 17:06, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS
Sebanyak 29 siswa tingkat SMA/SMK sederajat dari Kabupaten Purwakarta diberangkatkan ke barak militer Rindam III/Siliwangi di Kota Bandung. Foto: kumparan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan hasil pengawasan terkait program siswa di Jawa Barat didik di barak militer. KPAI menemukan paling banyak siswa yang dikirim ke barak karena tertidur di kelas.
"Yang tertinggi bolos sekolah dan sering tidur di kelas," kata Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah saat dihubungi, Minggu (18/5).
Sementara siswa yang dikirim ke barak lantaran ikut dalam aksi tawuran atau kekerasan berada dalam urutan ketiga.
"Nah, sementara target utama adalah anak yang sering tawuran. Ini berbeda nih, tawuran malah yang kami temukan itu terbanyak ketiga," ujarnya.
Ilustrasi barak militer. Foto: pakww/Shutterstock
Selain itu, KPAI menyebutkan pentingnya ketepatan sasaran dan penanganan siswa. KPAI menyoroti terkait pascapendidikan di barak, apakah memang siswa akan menjadi lebih baik, atau justru akan mendapat tekanan karena "alumni" barak.
"Termasuk diskriminasi pada anak dengan sebutan-sebutan tadi, itu yang akan berjangka panjang. Misalnya 'kamu lulusan barak ya', terus kamu misalnya dianggap temannya jika melakukan tindakan-tindakan yang mungkin tidak disiplin akan menjadi bully dan lain sebagainya," ujarnya.
KPAI menekankan pentingnya pendidikan di barak ini agar ada asesmen yang jelas dan bagaimana cara menangani permasalahan anak tersebut. Menurut KPAI, ada kompleksitas yang membuat seorang anak atau pelajar itu dikategorikan nakal.
Anggota TNI merazia barang bawaan siswa sebelum memasuki barak militer saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
KPAI menekankan tentang pendidik selama siswa berada di barak. KPAI menilai, mendidik anak di barak itu juga memerlukan pedoman agar mental anak tidak terganggu.
"Karena ini kan anak ya, bukan benda atau orang dewasa yang mungkin sedang melakukan pelatihan. Thats why ini menjadi perhatian kami yang itu akan disampaikan secara tertulis kepada pemerintah daerah provinsi untuk menjadi kerangka yang bisa membantu," kata Ai.
"Sehingga nanti diketahui identifikasinya, oh bisa misalnya terapi psikologisnya berapa kali, lalu dengan siapa dan bagaimana. Jadi kalau saya panjang lebar di situ, itu ketemu setiap anak, setiap keunikan, setiap karakter, tanpa harus berbenturan. Dia tetap sekolah, dia tetap perlindungan terhadap kemungkinan-kemungkinan kekerasan lainnya, serta ada monitoring," tutup dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar