terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Yang Perlu Diperhatikan saat Silaturahmi Lebaran: Jaga Lisan - my blog
Mar 31st 2025, 22:40, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS
Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh Foto: Dok MUI
Lebaran Idul Fitri menjadi momentum untuk bersilaturahmi dengan kerabat. Namun ada yang perlu diperhatikan saat bersilaturahmi ini, jaga lisan.
"Saat momentum mudik lebaran; bertemu dengan keluarga, dan sanak saudara, tujuan utamanya adalah silaturahim, merekatkan hubungan kekeluargaan. Akan tetapi, tujuan mulia silaturahim bisa sirna hanya karena lisan yang tak terjaga," kata Ketua MUI Pusat KH Asrorun Niam dalam ceramah Idul Fitri di Masjid Baitul Hasib Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (31/3).
Menurut Niam, menjaga lisan adalah bagian dari taruhan integritas kita.
"Dengan cara tidak menjelek-jelekkan orang lain, tidak menyakiti perasaan orang lain, tidak melakukan body shaming kepada orang lain, dan tidak menghina orang lain. Karena orang yang menghina belum tentu ia lebih mulia di hadapan Allah," beber dia.
Mengutip surat Al Hujurat ayat 11 yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Kemudian, lanjut Niam, dalam konteks era digital seperti hari ini, kemampuan menjaga lisan dapat termanifestasikan dalam kehati-hatian kita dalam produksi konten di media digital.
"Khususnya media sosial, meliputi komentar, like, subscribe, dan penyebaran konten-konten yang berisi hoaks, fitnah, ghibah, dan hal-hal yang tidak sejalan dengan ketentuan agama serta bisa jadi merugikan orang lain," jelasnya.
Kata Niam, tidak jarang muncul masalah yang bisa mengganggu harmoni, bahkan mencelakakan diri, karena bermula dari lisan yang tak terjaga.
"Karena lisan dan jempol yang tidak terkontrol, bisa menjerumuskan seseorang ke dalam dosa dan hina, bahkan bisa berhadapan dengan hukum dan berakhir di penjara," tutup dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar