terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Festival Kumbh Mela & Tradisi Keagamaan di India yang Kerap Menelan Korban Jiwa - my blog
Jan 29th 2025, 13:58, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS
Mayat seorang pemuja tergeletak di tanah setelah terinjak-injak sebelum "Shahi Snan" (pemandian kerajaan) kedua di "Maha Kumbh Mela" atau Festival Pitcher Agung, di Prayagraj, India, 29 Januari , 2025. Foto: REUTERS/Sharafat Ali
Kumbh Mela, salah satu festival keagamaan terbesar di dunia, kembali digelar di India, sejak dua pekan lalu.
Jutaan peziarah Hindu berkumpul untuk mandi suci di pertemuan tiga sungai—Gangga, Yamuna, dan Saraswati yang diyakini mistis.
Ritual ini dipercaya dapat menghapus dosa dan membawa keselamatan.
Namun, di tengah perayaan, insiden mematikan kerap terjadi.
Di Prayagraj, salah satu lokasi utama festival, laporan korban jiwa masih bervariasi. Pejabat setempat menyebut 38 orang tewas, sementara seorang dokter yang diwawancarai AFP menyebut angka 15. Pemerintah belum merilis data resmi.
Rabu (29/1) menjadi salah satu hari paling sakral dalam festival Kumbh Mela karena keyakinan akan kesejajaran langka benda-benda langit setelah 144 tahun.
Meski ada kekhawatiran soal keselamatan, ritual tetap berlanjut. Pada satu hari saja, lebih dari 17,5 juta orang mandi di sungai.
Pihak berwenang memperkirakan rekor 100 juta orang akan melakukan ritual di hari ini.
Tragedi Perayaan Keagamaan India
Para umat berkumpul di pagi hari selama "Maha Kumbh Mela", atau Festival Pitcher Agung, di Prayagraj, India, 28 Januari 2025. Foto: REUTERS/Sharafat Ali
Kerumunan besar dalam acara keagamaan di India bukan hal baru.
Dikutip dari Guardian, berikut sejumlah insiden mematikan yang terjadi dalam dua dekade terakhir:
Januari 2025
Enam orang tewas, 35 lainnya terluka dalam penyerbuan di kuil di Andhra Pradesh. Ribuan umat berebut tiket masuk gratis.
Juli 2024
Sebanyak 121 orang meninggal dalam kerumunan di Uttar Pradesh saat berusaha mendekati seorang pendeta Hindu.
Januari 2022
Dua belas orang tewas dalam penyerbuan di kuil Vaishno Devi, Jammu dan Kashmir.
Februari 2013
Pada hari tersibuk Kumbh Mela, 36 peziarah tewas terinjak di Uttar Pradesh. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Seorang wanita merangkak di bawah pagar, setelah terinjak-injak sebelum "Shahi Snan" kedua di "Maha Kumbh Mela" atau Festival Pitcher Hebat, di Prayagraj, India, 29 Januari 2025. Foto: REUTERS /Adnan Abidi
November 2013
Sebanyak 115 orang tewas di kuil Ratangarh, Madhya Pradesh, setelah 150.000 orang berkumpul untuk festival Navratri.
September 2008
Tragedi di kuil Chamundagar, Rajasthan, menewaskan 250 orang saat peziarah berkumpul untuk perayaan Navratri.
Agustus 2008
Di kuil Naina Devi, Himachal Pradesh, 145 orang tewas akibat kepanikan setelah rumor tanah longsor.
Januari 2005
Penyerbuan di kuil Mandhardevi, Maharashtra, menewaskan 265 orang setelah tangga menuju kuil menjadi licin.
Peserta "Shahi Snan" berpegangan tangan saat terjadi peristiwa berdesak-desakan hingga memakan korban meninggal dunia di "Maha Kumbh Mela" atau Festival Pitcher Agung, di Prayagraj, India, 29 Januari 2025. Foto: REUTERS/Sharafat Ali
Kasus Kerumunan di India
Desak-desakan massa sering terjadi di India dan kerap berujung pada korban jiwa. Bulan Januari ini saja, enam orang tewas dalam insiden di kuil Tirupati, Andhra Pradesh.
Menurut data pemerintah, dalam kurun 2021-2022 terjadi 47 insiden desak-desakan. Namun, jumlah korban jiwa dalam peristiwa-peristiwa itu tidak selalu tercatat secara jelas.
Kepadatan yang sangat tinggi di acara keagamaan, festival, dan tempat umum menjadi penyebab utama.
Warga swafoto saat umat Hindu bersiap berendam di air suci Sangam, pertemuan sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati selama festival Maha Kumbh Mela di Prayagraj, India, Senin (13/1/2025). Foto: Idrees Mohammed / AFP
Meski pihak berwenang terbiasa mengelola kerumunan besar, tapi kurangnya perencanaan, lemahnya pengendalian massa, dan minimnya akuntabilitas membuat insiden semacam ini terus berulang.
Ruang sempit, lonjakan tiba-tiba, dan absennya pintu keluar darurat meningkatkan risiko.
Bencana serupa juga terjadi di daerah perkotaan, seperti kebakaran di stasiun kereta Mumbai pada 2017 yang menewaskan 22 orang di jembatan penyeberangan saat jam sibuk.
Tragedi kebakaran bioskop di Delhi pada 1997 juga menewaskan 59 orang akibat sesak napas dan melukai 103 lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar