terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Polisi Tangkap 1 DPO Pembuang Mayat dalam Tas di Karo - my blog
Nov 21st 2024, 11:39, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS
R (kiri), pelaku pembuang jasad berbalut seprei dalam tas di Kabupaten Karo, Sumut, ditangkap. Foto: Polda Sumut
Polisi mengungkap perkembangan kasus pembuangan mayat berbalut seprei di dalam tas yakni Mutia (25 tahun) di Kabupaten Karo, Sumut. Terbaru, satu dari 2 Daftar Pencarian Orang (DPO) sudah ditangkap yakni inisial R.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menuturkan R ditangkap di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
"R ini ditangkap saat bersembunyi di rumah di Desa Signi, Kecamatan Krueng Seumayam, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Jumat 8 November 2024 lalu," kata Hadi pada Kamis (21/11).
R sebelumnya menjadi DPO bersama pelaku PS. Keduanya berperan membuang jasad ke Karo atas perintah pelaku utama yakni Joe Frisco (26).
"Yang bersangkutan ini menerima upah sebesar Rp 60 juta dari tersangka Joe yang sebelumnya sudah ditangkap untuk membuang jasad korban Mutia dengan mengemudikan mobil ke Kabupaten Karo," kata dia.
"Dari tangan pelaku disita barang bukti uang sisa upah, handphone, dan mobil yang digunakan untuk membuang mayat korban," sambungnya.
Ini artinya, polisi sudah menangkap 6 dari 7 tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Joe Frisco Johan (36), Sahrul (51 tahun), Iswandy (56 tahun), R, serta 2 oknum polisi bernama Jeffry Hendrik Siregar dan Hendra Purba.
"PS selaku sopir masih DPO," jelasnya.
Sekilas kasus
Jasad Mutia ditemukan di kawasan taman hutan raya (tahura) di Jalan Jamin Ginting, Kabupaten Karo, oleh seorang penyapu jalanan pada Selasa (22/10) lalu.
Mutia tewas dengan luka di kepala akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Joe saat keduanya sedang berhubungan badan pada Minggu (20/10) lalu. Mutia dan Joe merupakan sepasang kekasih.
"Kekerasannya (yang dilakukan) biasanya sebelum berhubungan badan dilakukan tindakan kekerasan dengan cara sedikit melukai badan korban," kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Sumaryono pada Senin (28/10).
"Ya mungkin ini mungkin ini adalah fantasi atau imajinasi pelaku sebelum melakukan hubungan badan," sambungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar