terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Tumbuhan Beracun Ini Makin Berbahaya kalau Dipotong, Bisa Rusak Tanaman Petani - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tumbuhan Beracun Ini Makin Berbahaya kalau Dipotong, Bisa Rusak Tanaman Petani
Jun 13th 2024, 09:36, by Habib Allbi Ferdian, kumparanSAINS

Tumbuhan beracun bernama silverleaf nightshade. Foto: Tony_Papageorge/Shutterstock
Tumbuhan beracun bernama silverleaf nightshade. Foto: Tony_Papageorge/Shutterstock

Sebuah penelitian baru yang terbit di jurnal Nature's Scientific Reports memperingatkan bahwa memotong tumbuhan liar beracun ini dapat membuatnya berevolusi menjadi lebih kuat dan punya konsekuensi buruk bagi industri pertanian. Spesies yang dimaksud adalah (Solanum elaeagnifolium).

Tumbuhan sebangsa rumput itu, kata ilmuwan, dapat memperkuat pertahanan mereka jika dipotong, berpotensi menciptakan 'gulma super'. Gulma yang dikenal sebagai silverleaf nightshade di AS ini dapat menimbulkan ancaman nyata bagi sektor pertanian karena bisa menyerap nutrisi yang ditanam petani, seperti sayur atau buah-buahan.

S. elaeagnifolium dapat dikenali dari warna bunganya yang biru hingga ungu pucat, atau terkadang putih, dengan buah beri beracun berwarna kuning, oranye, atau merah mengkilap. Tingginya mulai dari 10 cm hingga 1 m.

Mereka umum ditemukan di Texas, AS, hingga Afrika Selatan dan Yunani. Silverleaf nightshade bisa menyebar melalui rimpang dan bijinya, serta menjadi pengganggu habitat tanaman lain di sekitarnya karena akarnya yang panjang bisa regenerasi menjadi tumbuhan liar baru.

Gulma beracun atau disebut silverleaf nightshade. Foto: Jared Quentin/Shutterstock
Gulma beracun atau disebut silverleaf nightshade. Foto: Jared Quentin/Shutterstock

Bagaimana gulma ini bisa menjadi super kuat diungkap oleh Rupesh Kariyat, profesor entomologi dan patologi tumbuhan di Arkansas Agricultural Experiment Station. Dia telah mendedikasikan dirinya untuk mempelajari silverleaf nightshade selama lebih dari 10 tahun, dan penelitiannya dimulai di University of Texas Rio Grande Valley dan berlangsung selama lima tahun.

Pengamatan dampak pemotongan S. elaeagnifolium dibantu oleh mahasiswanya bernama Alejandro Vasquez. Sejak bergabung dengan Arkansas System Division of Agriculture pada 2022, Kariyat melanjutkan penelitian ini.

Studi ini melibatkan pemantauan S. elaeagnifolium yang dipotong, tidak dipotong, dan sering dipotong di sekitar Edinburg, Texas. Hasilnya, pemotongan silverleaf nightshade tidak bikin mereka hilang atau mati, justru memicu tumbuhan liar beracun itu beradaptasi menjadi lebih kuat.

Tim menemukan silverleaf nightshade yang sering dipotong telah mengembangkan akar tunggang yang lebih dalam, terkadang mencapai kedalaman hampir 1,5 meter. Adaptasi ini memungkinkan tumbuhan mendapatkan air dan nutrisi yang makin efisien.

Selain itu, S. elaeagnifolium yang dipotong juga menumbuhkan lebih banyak duri pada batangnya, yang merupakan bagian dari pertahanan terhadap ulat bulu dan hewan herbivora lainnya. Bunga tumbuhan yang dipotong juga menjadi lebih beracun, mengurangi serangan herbivora dan meningkatkan kelangsungan hidup serta keberhasilan reproduksi.

Gulma beracun atau disebut silverleaf nightshade. Foto: RSMGO/Shutterstock
Gulma beracun atau disebut silverleaf nightshade. Foto: RSMGO/Shutterstock

Menariknya, seberapa sering gulma itu dipotong memainkan peran penting dalam adaptasi tersebut. Silverleaf nightshade yang lebih sering dipotong menunjukkan sifat pertahanan lebih baik, termasuk ukuran bunga lebih besar dan lebih berat. Peningkatan mekanisme reproduksi dan pertahanan menunjukkan bahwa daun perak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap gangguan yang disebabkan oleh manusia.

"Anda mencoba memangkas tanaman-tanaman ini sehingga mereka punah," kata Kariyat, sebagaimana dikutip Newsweek. "Tetapi apa yang sebenarnya Anda lakukan di sini, justru membuat mereka semakin buruk, semakin kuat."

Hal ini menimbulkan ancaman nyata pada sektor pertanian karena S. elaeagnifolium dapat menyerap unsur hara yang berguna untuk tanaman pertanian. Gulma itu termasuk dalam famili solanaceae, yang juga mencakup tanaman tomat, kentang, paprika, dan terong, serta kerabat beracun lainnya seperti black nightshade dan Carolina horsenettle.

Temuan ini menciptakan pertanyaan penting tentang praktik pengelolaan gulma saat ini, terutama untuk tumbuhan liar yang menempati lahan pertanian dan bersaing dengan tanaman lain di berbagai wilayah di dunia.

Informasi mengenai kemampuan pertahanan gulma beracun ketika bereaksi saat dipotong dapat mendorong penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengelolaan gulma alternatif. Memahami mekanisme adaptif tumbuhan liar sangat penting untuk mengembangkan metode pengendalian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: