terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kalbar Sepekan: Ayah Cabuli Anaknya; Pria di Sekadau Aniaya Ibu Kandung - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kalbar Sepekan: Ayah Cabuli Anaknya; Pria di Sekadau Aniaya Ibu Kandung
Jun 10th 2024, 09:13, by Dina Mariana, Hi Pontianak

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Kuswiyanto (kiri) dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Sekadau, Aipda Nikolaus Kapriko (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media saat konferensi pers di Mapolres Sekadau. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Kuswiyanto (kiri) dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Sekadau, Aipda Nikolaus Kapriko (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media saat konferensi pers di Mapolres Sekadau. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Hi!Sekadau - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa itu mulai dari ayah di Sambas cabuli anaknya hingga pria di Sekadau aniaya ibu kandung.

Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:

1. Ayah di Sambas Tega Cabuli Anak Kandungnya, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Seorang ayah berinisial K (48) di Kabupaten Sambas, Kalbar, ditangkap polisi karena mencabuli putri kandungnya sendiri yang baru berusia 6 tahun. Peristiwa itu terjadi di kediaman pelaku, pada Selasa, 4 Juni 2024.

Kapolres Sambas AKBP Sugiyatmo, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Rahmad Kartono, mengatakan kejadian pencabulan itu bermula saat ibu korban menjemput anaknya pulang sekolah, sekitar pukul 10.05 WIB. Namun, ibu korban mendapatkan informasi dari orang tua siswa yang lain, jika sang anak sudah dijemput oleh ayahnya.

Diketahui, ayah dan ibu korban sudah 4 bulan pisah rumah karena proses perceraian. Sang anak pun tinggal bersama ibunya di rumah kontrakan.

2. Mahasiswi di Pontianak Diduga Diperkosa Teman Sendiri

Seorang mahasiswi berusia 20 tahun di Kota Pontianak diduga diperkosa oleh temannya sendiri di sebuah kamar kos yang ada di Kota Pontianak.

Perkosaan itu terjadi pada 16 Mei 2024 lalu, dan hingga kini korban masih dalam keadaan trauma akibat kejadian itu.

Kuasa hukum korban, Phendi Harthandi, menceritakan bahwa pada tanggal tersebut korban dijemput oleh terduga pelaku bersama dua temannya dengan rencana awal akan mengunjungi kafe di kawasan Jalan Perdana.

Lalu, dalam perjalanannya mereka tidak langsung ke kafe yang menjadi tujuan awal namun korban diajak berputar-putar lebih dahulu.

3. Gara-gara Uang Parkir, Kepala Pria di Sambas Dibacok

Seorang pria di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dibacok lantaran ribut soal uang parkir. Kejadian bermula ketika pelaku berinisial EA (29) yang sedang mengatur kendaraan truck yang membawa barang untuk melakukan bongkar muat di area pelabuhan Desa Tebas Kuala diminta uang parkir oleh korban.

"Pelaku didatangi korban untuk di mintai uang parkir. Merasa tidak terima, pelaku adu argumen dengan korban hingga pelaku mendorong korban dan terjadi perkelahian. Merasa kalah, pelaku pulang ke rumah untuk mengambil parang dan langsung mendatangi korban lagi kemudian menebaskan parang ke arah korban sebanyak dua kali, yang mengenai kepala bagian kiri dan jari telunjuk kiri korban," ungkap Kapolres Sambas melalui Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko pada Minggu, 2 Juni 2024.

Korban saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit dan pelaku sudah diamankan Mapolsek Tebas.

4. Anak Umur 5 Tahun di Ketapang Meninggal Usai Diperkosa

Seorang anak berumur 5 tahun meninggal usai diperkosa di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Korban sempat dirawat di rumah sakit Agoesdjam Ketapang selama satu pekan sebelum akhirnya membaik dan pulang ke rumah. Namun korban kembali merasakan sakit dan akhirnya meninggal dunia beberapa hari setelah korban mendapat perawatan di rumah.

"Korban mengalami rasa sakit saat buang air kecil pada bulan April 2024 lalu. Melihat kejadian tersebut ibu korban membawanya ke rumah sakit Agoesdjam Ketapang dan sempat dirawat inap selama satu pekan," ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian melalui Kasat Reskrim Ketapang, AKP Wawan Darmawan pada Senin, 3 Juni 2024.

5. Pria di Sekadau Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas

Seorang pria berinisial HA (43) di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, tega menganiaya ibu kandungnya YR (77) hingga tak berdaya. Kendati sempat dirawat di rumah sakit, sang ibu dinyatakan meninggal dunia pada, Rabu malam, 5 Juni 2024.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Kuswiyanto, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia pun menjelaskan, pada Rabu, 5 Juni 2024, sekitar pukul 14.30 WIB, HA pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.

"HA ini pergi ke dapur dan mengoceh dengan istrinya, tapi tidak diladeni oleh istrinya. Kemudian, HA ke ruang tamu dan terus mengoceh hingga dijawab oleh ibunya dan berkata 'ngapa bah kamu tu?'," ungkap Kuswiyanto, Jumat, 7 Juni 2024.

HA lantas marah dan menendang pintu kamar. Setelah mendengar adanya keributan, saksi berinisial SY masuk ke dalam rumah dan mendapati HA sudah berada di kamar sang ibu.

"Korban terbaring di atas kasur dengan wajah yang sudah berdarah dan masih dalam keadaan sadar. Kemudian SY mencoba membawa HA keluar kamar, namun tiba-tiba HA masuk lagi ke kamar lalu membungkuk dan meninju wajah ibunya yang saat itu sedang terbaring di atas kasur," jelas Kuswiyanto.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: