terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ini Kata Menag soal Stiker Bendera Indonesia ‘Hilang’ di Bus Shalawat - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ini Kata Menag soal Stiker Bendera Indonesia 'Hilang' di Bus Shalawat
Jun 14th 2024, 01:38, by Raga Imam, kumparanNEWS

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjalan di depan deretan bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjalan di depan deretan bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI menyoroti soal hilangnya stiker bendera Indonesia di bus shalawat.

Bus tersebut merupakan bus yang disediakan Kemenag untuk wara-wiri jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Bus beroperasi 24 jam dan gratis.

Menanggapi hal ini, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan aturan tidak boleh menempel bendera di armada bus sudah lama diberlakukan.

"Soal bendera, apakah ada beda perlakuan, setahu kami peraturan tidak boleh nempel bendera di bus sudah aturan lama," kata Menag usai rapat koordinasi dengan Timwas DPR RI di Jarwal, Kota Makkah, Rabu (12/6/2024) malam.

"Kalau negara lain boleh kenapa kita tidak. Nanti akan kami tanyakan," imbuhnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas selaku Amirul Hajj mengecek fasilitas layanan tempat tidur bagi jemaah calon haji Indonesia 1445 H di Arafah, Makkah, Selasa (11/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas selaku Amirul Hajj mengecek fasilitas layanan tempat tidur bagi jemaah calon haji Indonesia 1445 H di Arafah, Makkah, Selasa (11/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO

Menang akan mengecek masalah tersebut. Namun, katanya, saat ini yang paling penting adalah persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuna). Salah satunya smart card Nusuk yang menjadi kunci bagi jemaah untuk masuk ke Armuzna.

Hingga Kamis, jumlah jemaah yang belum menerima smart card berjumlah 7 ribu.

"Paling penting Nusuk action, kita segera action," kata dia.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjalan di depan deretan bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjalan di depan deretan bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Sebelumnya, Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI menggelar rapat pengawasan penyelenggaraan haji bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Hotel Wehdah Al Khair, Makkah, Arab Saudi.

Sejumlah evaluasi terkait penyelenggaraan haji 2024 disampaikan di sana. Salah satunya soal hilangnya stiker bendera Indonesia di bus shalawat.

"Catatan selanjutnya yang harus diperbaiki tentang, kemarin sempat jadi sorotan soal bus shalawat justru jelang akhir (kloter) itu identitas Indonesia kita hilang," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, di Makkah, Arab Saudi, Rabu (12/06) dikutip dari situs resmi DPR.

Ace sempat bertanya ke petugas layanan Transportasi Kemenag di Terminal Syib Amir soal pencopotan ini. Mereka menyebut, stiker bendera Indonesia itu dicopot otoritas Arab Saudi.

"Kemarin (saat) ditanya, ini otoritas Arab Saudi yang mencopotnya, tapi di saat bersamaan bendera Iran ada dan tidak dicopot," ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

"Padahal kurang apa kedekatan Indonesia sama Arab Saudi, kenapa sama Iran tidak dicopot, sama kita dicopot?" ujar dia.

Ace menegaskan bendera RI sangat penting sebagai identitas negara, serta membantu jemaah mengenali bus selawat.

"Ini penting, karena untuk memastikan identitas bagi calon haji kita, kalau bukan bendera Indonesia mereka tidak berani naik," katanya.

"Soal itu Gus Men, identitas kebanggaan kita terutama masalah transportasi harus dipastikan. Kalau alasannya dari otoritasnya begitu, pertanyaannya kenapa di negara lain ada? Sementara di kita dicabut," tambahnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: