terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
DKPP Sumsel Temukan Hewan Kurban yang Dijual di Bawah Usia - my blog
Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Effendi saat mengecek hewan kurban, Foto : Abdul Toriq/Urban Id
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel menemukan pedagang ketahuan menjual hewan kurban di bawah usia layak. Sebelumnya DKPP Sumsel telah memantau 15 kandang ternak hewan kurban milik pedagang.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi mengatakan dengan temuan hewan kurban di bawah usia yang seharusnya pihaknya pun meminta pedagang harus menginformasikan usia hewan ternak ketika dibeli dengan maksud untuk dikurbankan.
"Kita temukan pedagang di kandang yang menjual di bawah usia layak untuk kurban. Ada beberapa saja, tidak banyak. Sudah kita sampaikan ke pedagang harus menginformasikan usia hewan ternak ketika dibeli dengan maksud untuk dikurbankan," kata dia, 13 Juni 2024.
Ruzuan menuturkan usia hewan kurban yang harus dijual pedagang harus disampaikan kelayakannya, kondisi kesehatan dan fisiknya. Jangan sampai, hewan tak layak jual dan tak diketahui kondisinya dijual pedagang.
"Kita sudah sampaikan ke pemilik kandang agar menjual hewan kurban yang sesuai untuk kurban. Jika pun mereka ingin beli yang tak sesuai syariat, pastikan itu bukan untuk kurban. Kadang ada pembeli mau yang bagus tapi ingin harga murah, menyesuaikan anggaran mereka," katanya.
Selain menyampaikan informasi kelayakan tersebut, pihaknya meminta peternak di kandang memisahkan hewan yang usianya belum sesuai syarat. Pemisahan itu untuk menghindari pedagang nakal dan ketidaktahuan pembeli.
"Misal beli untuk sedekah, hajatan atau untuk yang lain silakan. Jadi harus dipisahkan antara yang sudah cukup umur dan yang di bawah umur," tambahnya.
Selain itu, Dari hasil monitoring, pihaknya belum menemukan hewan ternak di kandang yang sakit, cacat dan lainnya. Hingga saat ini pihaknya telah mengecek 15 kandang yang ada di Palembang, Ogan Ilir (OI), Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).
"Hari ini kita datang lagi ke 2 lokasi kandang, jadi total 17 kandang yang dimonitor. Dinas di daerah juga melaksanakan kegiatan serupa, jadi kita sama-sama melakukannya. Belum ada laporan soal hewan yang mati mendadak atau sakit serius," jelasnya.
Di masa pancaroba, Ruzuan menyebut belum ada laporan hewan kurban yang sakit karena kondisi perubahan cuaca. Namun sebagai antisipasi, dia meminta peternak memberikan vitamin agar kondisi hewan tetap sehat.
"Belum ada laporan hewan kurban sakit karena pancaroba ini, tapi tinggal beberapa hari lagi Idul Adha. Mudah-mudahan tak ada pengaruhnya. Tapi kita imbau peternak untuk memberi vitamin," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar