terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

SBY Beberkan Kondisi Kasus Malaria Asia Pasifik di Bali - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
SBY Beberkan Kondisi Kasus Malaria Asia Pasifik di Bali
Jun 17th 2025, 15:52 by kumparanNEWS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers acara 9th Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination di Bali, Selasa (17/6/2025). Hadir juga mantan presiden SBY. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers acara 9th Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination di Bali, Selasa (17/6/2025). Hadir juga mantan presiden SBY. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan kondisi kasus malaria di kawasan Asia Pasifik dalam acara 9th Asia Pacific Leaders' Summit on Malaria Elimination di Bali, Selasa (17/6).

KTT itu merupakan kerja sama Indonesia dengan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA). Nah, SBY juga menjabat sebagai Penasihat Khusus APLMA.

SBY menuturkan, 99,5 persen kasus malaria di Asia Pasifik terkonsentrasi di Afghanistan, Bangladesh, India, India, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

"Pada tahun 2024 terdapat 4,8 juta kasus malaria yang dilaporkan di Asia Tenggara," kata SBY dalam KTT bertema Unity in Action, Towards Zero Malaria ini.

CEO APLMA Sarthak Das menyampaikan sambutan bersama Special Advisor to APLMA yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (17/6/2025).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
CEO APLMA Sarthak Das menyampaikan sambutan bersama Special Advisor to APLMA yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (17/6/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Asia Pasifik membutuhkan dana sekitar 478,1 miliar dolar AS untuk mengeliminasi kasus malaria di kawasan Asia Pasifik. SBY menilai butuh komitmen setiap kepala negara agar Asia Pasifik bebas malaria.

"Jangan lupa, malaria bukan sekadar masalah kesehatan. Ini adalah masalah kesetaraan, keadilan, dan ujian komitmen kita terhadap mereka yang paling rentan di antara kita," katanya.

SBY juga mengapresiasi langkah berbagai negara di Asia Pasifik yang berkomitmen mengeliminasi kasus malaria. Beberapa di antaranya adalah Timor Leste melaporkan nol kasus malaria selama tiga tahun berturut-turut dan Bhutan nol kasus malaria selama dua tahun berturut-turut.

Special Advisor to Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) yang juga Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Menkes Budi Gunadi Sadikin menghadiri Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 di Nusa Dua, Bali, Selasa (17/6). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Special Advisor to Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) yang juga Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Menkes Budi Gunadi Sadikin menghadiri Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 di Nusa Dua, Bali, Selasa (17/6). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Timor Leste sedang menunggu sertifikasi sebagai negara bebas malaria.

"Kita merayakan sertifikasi Tiongkok sebagai negara bebas malaria pada tahun 2021, sebuah contoh kuat tentang apa yang mungkin dilakukan di seluruh wilayah dengan populasi dan geografi yang luas dengan ketekunan," sambungnya.

Terbaru, Indonesia dan Papua New melakukan kerja sama upaya pemberantasan malaria. Melalui kerja sama antara negara ini, SBY berharap kawasan Asia Pasifik bisa segera bebas malaria.

"Malaria tidak mengenal batas wilayah. Hal ini tidak berhenti di garis pantai dan kita pun tidak bisa berhenti di situ. Kita harus merangkul pendekatan satu pulau, pendekatan yang berakar pada tanggung jawab bersama, saling mendukung, dan tindakan terkoordinasi," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: