terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Rindu dan Doa Tercurahkan di TPU Karet Bivak pada Hari Idul Fitri - my blog
Mar 31st 2025, 16:43, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Suasana mendung di sekitar area Makam Karet Bivak tidak menyurutkan para peziarah untuk terus berdatangan, Senin (31/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Rintik hujan tak menghalangi Zaenal bersimpuh di depan makam ibunya. Tangannya perlahan mengusap nisan, lalu mendaraskan doa di atas pusara orang tuanya.
Begitu selesai, ia menyediakan waktu berbincang dengan kumparan.
Ibu Zaenal sudah meninggal 30 tahun yang lalu. Sebetulnya, tidak ada dalam rencana Zaenal untuk mengunjungi makam orang tuanya pada hari ini.
Tapi ia tiba-tiba teringat orang tuanya, dan bergegas menuju makam.
"Tiba-tiba aja tadi siang saya teringat kedua orang tua, jadi akhirnya diputuskan buat ke sini. Memang sengaja datang sendirian," tutur Zaenal, warga Jakarta Barat, saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (31/3).
Meski sudah lama merayakan lebaran tanpa kedua orang tuanya, Zaenal yang sudah berusia paruh baya ini masih ingat rasa masakan orang tuanya yang tersaji menjelang hari raya.
Biasanya satu hari menjelang Lebaran, ibunya sudah memasak ketupat dan opor ayam untuk keluarga.
Sesuai menunaikan salat Idul Fitri, dia akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Namun, kali ini dirinya hanya bisa berkumpul dengan kakak tertuanya.
Suasana mendung di sekitar area Makam Karet Bivak tidak menyurutkan para peziarah untuk terus berdatangan, Senin (31/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
"Yang paling terasa berbeda itu nggak bisa lagi ngerasain kasih sayang dari kedua orang tua. Biasanya juga kan kita kumpul di rumah orang tua, tapi untuk hari ini kumpul di kakak tertua," ceritanya.
Lain lagi dengan Riana, ini adalah Lebaran pertamanya tanpa ibunda. Kerinduan menggerakkan dirinya, naik KRL dari Bogor pada pukul 11.00 WIB. Dari Bogor, ia datang bersama suami ke makam ibunya.
Masih teringat jelas di dalam benak Riana, momen terakhir bersama sang ibu. Biasanya dia dan suami akan menginap sehari sebelum Idul Fitri.
Pada malam takbir, Risma dan ibunya akan menghabiskan waktu bersama memasak opor ayam.
"Ini pertama kali saya Lebaran tanpa Ibu. Jujur kangen banget. Biasanya kalau malam takbiran, saya sudah menginap di rumah orang tua dan suka bantu ibu masak opor sama ketupat," ungkap Riana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar