terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Pilu Ayah Uswatun Lihat Anaknya Jadi Korban 'Mayat Dalam Koper': Tak Manusiawi! - my blog
Hendi Suprapto, ayah dari Uswatun Khasanah korban dalam kasus mayat wanita dalam koper merah di Ngawi. Dok: Ist.
Suara Hendi Suprapto (44 tahun) tercekat saat mengungkapkan perasaannya di RSUD dr Soeroto Ngawi, Jumat (24/1).
Hendi baru saja memastikan bahwa anaknya, Uswatun Khasanah (29), adalah korban pembunuhan dalam kasus "mayat dalam koper merah".
Kondisi Uswatun termutilasi, ditemukan tanpa kepala dan kaki.
"Saya terpukul, ibunya lebih terpukul lagi. Kami berharap anggota tubuh ditemukan dan pelaku cepat ditemukan, kok enggak manusiawi banget ya," kata Hendi
Korban Tidak Bisa Dihubungi
Uswatun Khasanah, korban mutilasi dalam kasus mayat dalam koper merah di Ngawi. Foto: Dok. Istimewa
Hendi terakhir bertemu dengan korban pada Jumat. "Meninggalkan rumah Jumat, mulai enggak bisa dihubungi Senin atau Selasa," katanya.
"WA (WhatsApp) centang satu sampai sekarang," katanya yang berarti pesan yang dikirim ke HP korban belum terbaca.
Hendi baru tahu ada penemuan mayat Kamis malam saat ke polsek.
Meyakini ciri-ciri mayat yang disampaikan polisi, terutama tindik di pusar, Hendi pun mendatangi RS.
"Saya datang memastikan anak saya atau bukan, tapi ini sudah 90 persen anak saya. Gelang, sandal, tindik di perut," kata Hendi.
Korban Kerja di Tulungagung
Uswatun Khasanah, korban mutilasi dalam kasus mayat dalam koper merah di Ngawi. Foto: Dok. Istimewa
Sejauh yang Hendi tahu, korban kerja di Tulungagung, meski ia tidak tahu persis apa kerjaan korban. "Enggak tahu kalau saya," katanya.
Korban adalah janda yang memiliki 2 anak usia 7 dan 10 tahun. "Anak 2, suami cerai, pisah, cerai hidup," ujarnya.
Korban merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. "Saya ini bapak tiri," kata Hendi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar