terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Pemangkasan BI Rate Bergantung pada Stabilitas Rupiah - my blog
Dec 18th 2024, 11:00, by Abdul Latif, kumparanBISNIS
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
Sejumlah ekonom menyampaikan pandangan terkait kebijakan suku bunga acuan atau BI Rate di Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Desember 2024.
Dalam situasi ekonomi global yang dinamis dan tekanan domestik yang signifikan, keputusan BI bulan ini diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Kepala Ekonom Josua Pardede menyebut peluang pemangkasan suku bunga masih ada. Meskipun ruangnya semakin terbatas.
"Kami memperkirakan BI berpotensi untuk memangkas suku bunga BI-rate sebesar 25 bps jika sinyal pemangkasan suku bunga FFR pada FOMC Desember 2024 semakin kuat, dan Rupiah tidak tembus Rp 16,000 per USD," kata Josua kepada kumparan, Rabu (18/12).
Meski demikian, Josua masih melihat adanya potensi bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. Sementara itu, ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky berpandangan tekanan pada Rupiah yang terus melemah membuat BI lebih baik mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Aktivitas penjual ikan di salah satu pasar tradisional di Jakarta, Kamis (27/6/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Kami memandang BI perlu menahan suku bunga acuannya di 6,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur bulan ini," kata Riefky.
Ia menjelaskan, inflasi yang turun ke 1,55 persen yoy pada November 2024 belum cukup memberikan ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga karena inflasi bahan makanan dan deflasi harga terjadi saat musiman.
Namun, ia mencatat bahwa pelemahan Rupiah menjadi tantangan serius. Apalagi, Idonesia mengalami arus modal keluar sekitar USD 0,75 miliar sejak pertengahan November dan Rupiah terdepresiasi sebesar 1,39 persen mtm dari Rp 15.770 per USD menjadi Rp 15.990 per USD dalam 30 hari terakhir.
Menurutnya, tekanan pada nilai tukar serta ketidakpastian pasar modal global menuntut BI untuk mengambil langkah yang hati-hati dalam RDG Desember ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar