terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ulat Jati di Gunungkidul Tak Berbahaya, Bisa Dimakan dan Berprotein Tinggi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ulat Jati di Gunungkidul Tak Berbahaya, Bisa Dimakan dan Berprotein Tinggi
Nov 20th 2024, 11:46, by Award News, Pandangan Jogja

Ilustrasi ulat jati (Hyblaea puera). Foto: Balakhrisnan Valappil/pictureinsect.com
Ilustrasi ulat jati (Hyblaea puera). Foto: Balakhrisnan Valappil/pictureinsect.com

Dalam beberapa hari terakhir, ulat jati (Hyblaea puera) banyak muncul di Gunungkidul. Ulat-ulat ini memakan daun-daun jati yang banyak tumbuh di kawasan Gunungkidul.

Meski demikian, Dinas Pertanian Gunungkidul menyebut bahwa kemunculan ulat-ulat ini bukan sesuatu yang mesti dikhawatirkan. Pasalnya, ulat ini tidak berbahaya baik bagi manusia maupun untuk tanaman.

Bahkan, ulat-ulat ini sebenarnya bisa dikonsumsi.

"Ulat jati tidak merusak tanaman pangan hortikultura maupun perkebunan. Ulat ini justru bisa dikonsumsi atau edible," kata Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Gunungkidul, Raharjo Yuwono, Selasa (19/11).

Ahli serangga dari Fakultas Pertanian UGM, Suputa. Foto: KAGAMA
Ahli serangga dari Fakultas Pertanian UGM, Suputa. Foto: KAGAMA

Ahli Serangga dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, Suputa, mengatakan bahwa ulat jati memang biasa dan aman untuk dikonsumsi, terutama setelah berubah menjadi kepompong atau pupa. Sebab, saat masih berbentuk ulat, banyak orang yang merasa masih geli dengan bentuknya.

Suputa juga menyebut bahwa ulat jati mengandung protein yang tinggi.

"Proteinnya antara 40 sampai 60 persen, dan ini bersih karena makanannya hanya daun," kata Suputa.

Ulat jati ini kata dia akan bertahan sampai usia 13 hingga 14 hari. Setelah itu mereka akan berubah menjadi kepompong atau pupa selama 7 hari. Setelah itu, mereka akan berubah menjadi ngengat.

"Ini adalah fenomena alami, karena di Gunungkidul itu banyak pohon jati yang daunnya menjadi sumber makanan ulat-ulat ini," ujarnya.

Ilustrasi ulat jati. Foto: Berita Bojonegoro/kumparan
Ilustrasi ulat jati. Foto: Berita Bojonegoro/kumparan

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: