terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Eks Raja OTT Kritik Tanak 'Close' OTT: Tak Ingin Pemberantasan Korupsi Berhasil - my blog
Penyidik KPK, Harun Al Rasyid. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Harun Al Rasyid, yang dikenal sebagai Raja OTT saat masih menjadi penyelidik di KPK, mengkritik pernyataan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak yang ingin 'menutup' OTT jika ia terpilih menjadi ketua lembaga antirasuah. Menurut Harun, pihak yang ingin OTT dihapuskan tak paham soal korupsi sebagai extra ordinary crime.
Menurut Harun, OTT merupakan cara yang sangat efektif dalam menindak pelaku korupsi.
"Bahwa kejahatan kerah putih seperti korupsi dan atau suap sangat efektif apabila ditangani dengan cara OTT (operasi tangkap tangan)," kata Harun saat dikonfirmasi, Rabu (20/11).
Harun menuturkan, dengan tertangkap tangan saja, pihak-pihak yang terjerat itu masih berkilah perbuatan mereka bukan suap. Padahal buktinya sudah jelas saat tangkap tangan dilakukan.
"Apalagi jika OTT ditiadakan dan semuanya dilakukan dengan investigasi terbuka," ujar Harun.
"Pada prinsipnya, masih banyak pejabat negara/penyelenggara negara serta pelaku usaha yang ketar-ketir dan khawatir bila investigasi tertutup yang berujung OTT terus dilakukan dan di-massifkan," sambung dia.
Calon pimpinan KPK Johanis Tanak menjawab pertanyaan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Pria yang kini bertugas di Satgassus Pencegahan Korupsi Polri itu menekankan, bahwa OTT memang lah hanya salah satu cara dalam pemberantasan korupsi. Namun demikian, cara ini menurutnya adalah yang paling efektif.
"Cara tersebut sangat efektif untuk memberantas korupsi dan atau suap. Kalau cara yang sangat efektif ini dinilai oleh pihak-pihak tertentu harus dihilangkan/dihapuskan maka sebenarnya pihak-pihak tersebut tidak menginginkan pemberantasan korupsi tersebut dapat berjalan dengan efektif dan berhasil baik," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar