terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Datangi TPA Piyungan, Menteri Lingkungan Hidup Minta DIY Perbanyak Bank Sampah - my blog
Nov 18th 2024, 13:26, by Award News, Pandangan Jogja
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat mengunjungi TPA Piyungan, Bantul, pada Senin (18/11). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi TPA Regional Piyungan di Bantul, DIY, pada Senin (18/11) pagi.
Dalam kunjungan itu, Hanif mendorong agar Pemda DIY memperkuat pengelolaan sampah dengan cara memperbanyak bank sampah dan penyuluh lingkungan.
"Kami meminta Pak Gubernur, Pak Kadis (Kepala Dinas) untuk segera membentuk, membangun bank sampah-bank sampah unit di hulu," ujar Hanif di sela-sela kunjungannya, Senin (18/11).
Hanif juga menekankan pentingnya menambah jumlah penyuluh lingkungan hidup untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah. Langkah ini dianggap sebagai solusi sementara sambil menunggu pemerintah kabupaten menyempurnakan teknologi pengelolaan sampah.
"Serta memperbanyak penyuluh-penyuluh lingkungan hidup untuk mengedukasi masyarakat tentang pilah dan pilih sampah," tambahnya.
"Hanya itu cara paling sementara sambil teman-teman kabupaten menyiapkan teknologi akhir," kata Hanif.
Kondisi TPA Piyungan, Bantul, Senin (18/11). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Hanif mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik. Menurutnya, sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi barang bernilai komersial jika dikelola dengan baik.
"Data yang masuk di SIPSN adalah 60 persen sampah adalah food base. Food base ini sebenarnya barang komersial kalau diolah dengan cerdas," jelasnya.
Sebelum meninjau TPST Piyungan, Hanif juga mengunjungi Depo Mandal Krida di Kota Yogyakarta. Ia menyebut bahwa kondisi depo tersebut hampir menggambarkan dampak dari penutupan TPST Piyungan.
Dengan berbagai rekomendasi yang disampaikan, Hanif berharap pengelolaan sampah di DIY dapat segera ditingkatkan untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar