terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Sri Mulyani Harap Paket Stimulus-MBG Bikin Ekonomi Kuartal II 2025 Tumbuh 5% - my blog
Konferensi pers Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap 5 paket stimulus ekonomi yang berlaku Juni dan Juli 2025 bisa menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 tetap mendekati 5 persen.
Presiden Prabowo Subianto memberikan 5 stimulus untuk menjaga daya beli dan stabilisasi ekonomi dengan anggaran Rp 24,44 triliun, mencakup Rp 23,59 triliun berasal dari APBN dan Rp 0,85 triliun dari non APBN atau dunia usaha.
Sri Mulyani menuturkan, dengan percepatan program pemerintah seperti makan bergizi gratis (MBG), insentif perumahan, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sekolah rakyat, hingga perbaikan sekolah dengan anggaran Rp 16 triliun bisa menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Kita harapkan kuartal II pertumbuhan ekonomi bisa dijaga tetap mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi ekonomi global," katanya saat konferensi pers di Istana Negara, Senin (2/6).
"Dengan pertumbuhan yang kita jaga, maka kemiskinan dan pengangguran terbuka juga diharapkan bisa turun lebih cepat," lanjut Sri Mulyani.
Selain dari paket stimulus ekonomi sebesar Rp 24 triliun, Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 juga bisa ditopang oleh pemberian gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga TNI/Polri.
"Seperti diketahui gaji ke 13 juga kita cairkan bulan Juni. Total anggaran 49,3 triliun termasuk ASN pusat, daerah, TNI, Polri, dan pensiunan. Dengan adanya pencairan gaji ke-13, paket stimulus Rp 24,44 triliun dan akselerasi pemerintah maka momentum pertumbuhan bisa tetap terjaga," jelasnya.
Adapun 5 paket stimulus ekonomi tersebut meliputi diskon transportasi, diskon tarif tol, penebalan bantuan sosial, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sampai Perpanjangan Diskon Iuran Jaminan Kehilangan Kerja (JKK).
Untuk diskon transportasi, pemerintah menggelontorkan Rp 0,94 triliun untuk diskon tiket kereta sebesar 30 persen, diskon tiket pesawat kelas ekonomi domestik di mana PPN ditanggung pemerintah 6 persen dan diskon tiket angkutan laut 50 persen selama libur sekolah Juni sampai Juli 2025.
Diskon tiket kereta api ditarget menyasar 2,8 juta penumpang, tiket pesawat 6 juta penumpang dan tiket angkutan laut 0,5 juta penumpang.
Suasana Gedung bertingkat di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Untuk diskon tarif tol, diskon diberlakukan 20 persen dengan target 110 juta pengendara selama libur sekolah Juni sampai Juli 2025. Untuk ini anggaran yang digelontorkan adalah Rp 0,65 triliun dari non APBN.
Selain itu terdapat penebalan bantuan sosial di mana terdapat tambahan kartu sembako Rp 200 ribu per bulan dan bantuan pangan 10 kg beras per bulan untuk bulan Juni sampai Juli. Hal Ini akan diterima oleh 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disalurkan sekali pada bulan Juni.
Pemerintah juga memberi insentif berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 300 ribu kepada 17,3 juta buruh dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta atau UMP Kabupaten/Kota. Selain itu BSU juga akan diberikan pada 228 ribu guru di bawah Kemendikdasmen dan 277 ribu guru di bawah Kemenag untuk bulan Juni sampai Juli 2025. Untuk ini, anggaran yang digelontorkan adalah Rp 10,72 triliun.
Insentif terakhir adalah perpanjangan diskon iuran JKK sebesar 50 persen selama 6 bulan untuk pekerja di sektor padat karya. Program ini sebelumnya sudah berjalan dan sudah terealisasi untuk 2,7 juta pekerja di 6 industri padat karya pada Februari sampai Mei 2025. Untuk ini anggaran yang digelontorkan adalah Rp 0,2 triliun yang berasal dari Non-APBN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar