terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

3 Contoh Monolog Berbagai Tema yang Bisa Digunakan sebagai Referensi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
3 Contoh Monolog Berbagai Tema yang Bisa Digunakan sebagai Referensi
Jun 6th 2025, 20:35 by Berita Terkini

Ilustrasi contoh monolog. Sumber: pexels.com
Ilustrasi contoh monolog. Sumber: pexels.com

Monolog merupakan salah satu karya pentas yang masih terdengar asing bagi sebagian orang. Meski begitu, tidaklah sulit untuk menemukan pementasan monolog di Indonesia. Bagi yang tertarik dengan ini, setidaknya ada tiga contoh monolog yang bisa menjadi referensi.

Dengan adanya referensi tersebut, maka akan lebih mudah bagi seseorang dalam membuat teks monolog berdasarkan versinya sendiri. Apalagi pada dasarnya terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam membuat teks monolog.

3 Contoh Monolog dari Berbagai Tema

Ilustrasi contoh monolog. Sumber: pexels.com
Ilustrasi contoh monolog. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar, Laily Nurmalia (2023:164), pengertian monolog adalah istilah keilmuan yang diambil dari kata mono yang artinya satu dan log dari kata logi yang artinya ilmu.

Dengan kata lain, secara harfiah, monolog adalah suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran yang hanya butuh satu orang atau dialog bisu untuk melakukan adegannya.

Berikut ini adalah tiga contoh monolog dengan berbagai tema yang bisa disimak untuk dijadikan sebagai referensi.

1. Demokrasi

Saya sangatlah mencintai demokrasi. Namun, apalah daya, saya hanyalah rakyat biasa yang tak bertampang seperti pejuang, apalagi seperti pahlawan. Selain itu, wajah saya tak akan mungkin dimuat di dalam koran. Wajah saja tak dikenali oleh banyak orang. Perjuangan yang saya lakukan mungkin hanya sebatas tingat RT saja.
Walaupun hanya setingkat RT, demokrasi di tempat saya sangatlah indah. Hal ini bisa dilihat dari sikap semua warga yang bisa memaknai serta mengamalkan demokrasi tanpa merasa terpaksa.
Saat ada gerakan antidemokrasi muncul, para warga bersemangat untuk menyelesaikannya dengan damai. Kadang kala, saya diminta oleh para warga untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ya, hal ini sebagai wujud rasa hormat mereka kepada saya karena terpilih sebagai pemimpin mereka. Itu pun berdasarkan hasil demokrasi, ya.
Saya bangga bisa menjadi bagian kecil dari rakyat Indonesia yang menegakkan demokrasi. Walaupun hanya setingkat RT saja, saya tetap bahagia. Ah, andai saja seluruh wilayah di Indonesia bisa memiliki sifat demokrasi yang sama seperti di RT tempatku tinggal, pasti keadaan negara akan aman dan damai.

2. Aku Si Kosong Karya Chairil Anwar

Hahahahaha…
Enak jadi kalian..
Kalian itu bebas, kalian bisa melakukan apa saja yang kalian mau. Sedangkan, aku hanya si kosong. Aku anak yatim piatu/aku tidak memiliki siapa pun di dunia ini. Hidupku terasa suram. Tak ada satupun orang yang mau menemani diriku. Dulu, iya itu dulu. Dulu aku memiliki keluarga yang sangat sayang padaku.
Tetapi, tetapi karena keegoisan yang aku miliki semuanya jadi hancur. Orangtuaku menderita. Sampai ia meninggalkan diriku.. Ayah, ibu, maafkan aku! Maafkan aku yang telah durhaka padamu. Maafkan akuuuuu..
Maafkan akuuuu. Aku menyesal. Aku menyesal Tuhan. Tolong Tuhan. Tolong kembalikan duniaku seperti dulu. Aku rindu. Aku rindu sosok yang memperhatikan diriku. Aku rindu. Aku sangat rindu Tuhaaaaaannn.
Semua terlihat gelap. Semua gelap, aku tak tahu harus berbuat apa. Aku bingung. Aku bingung harus ke mana. Ayah, ibu, tolong akuuu. Maafkan aku. Aku sangat menyesal. Maafkan aku, maafkan aku, aku selalu berpikir buat apa aku hidup di dunia ini, buat apa, kalau tak ada satupun orang yang sayang padaku. Buat apaaaaaa.
Lebih baik aku ikuti saja orangtuaku agar aku bisa berkumpul. Aku bisa berkumpul dengannya. Tuhan maafkan aku, maafkan jika cara ini, cara ini salah. Maafkan aku aaaaahhhh.

3. Ibuku Tercinta

Rasa ini akan tetap sama dan tak akan berubah, Ibu. Semua rasa cinta serta ketulusanmu, semuanya tidak akan pernah terlihat sederhana bagi diriku.
Engkau selalu tulus dan menganggap bahwa semua hal itu terlihat sederhana.
Senja yang ada di ujung barat itu selalu menjadi milik kita berdua.
Saat itulah kita bisa menggenapkan waktu menuju malam yang sarat akan harmoni.
Bukankah begitu kelihatannya? Seperti itulah arti dirimu untukku bu, kau bagaikan senja yang hanya tercipta untukku.
Hal lain yang selalu menjadi sumber kebahagiaanku adalah fajar yang ada di ujung timur sana. Fajar itu pun akan selalu jadi milik kita bersama kan Ibu?
Ketita fajar membangkitkan sinar terang benderang untuk membuatkan kita lupa akan gelapnya malam yang berselimut kabut kedamaian.
Seperti fajar, engkaulah sosok yang mampu menerbitkan sinar yang terang saat duniaku terasa gelap.
Mengapa semua hal itu terasa sangat indah saat dilalui bersamamu?
Kau tahu Ibu, dari semua hal yang ada di dunia ini, aku lebih suka untuk selalu duduk di sampingmu. Menceritakan tentang hal tentang apa saja yang telah ku lalui.
Bagiku, hal sederhana ini jauh lebih menenangkan dibandingkan dengan mendengarkan alunan musik yang damai.
Ibu, lihatlah anakmu ini. Aku ingin sekali menjadi sosok yang terbaik di dalam hidupmu.
Ibu, aku berjanji akan selalu menjadi seseorang yang bisa engkau banggakan.
Ibu, anakmu ini ingin sekali selalu berada disampingmu untuk selamanya. Aku sayang ibu.

Baca Juga: 20 Contoh Teks Iklan Minuman yang Menarik Para Pembeli

Itulah tiga contoh monolog berbagai tema yang bisa menjadi referensi. Semoga bermanfaat. (Anne)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: