terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Wacana Merger GoTo-Grab: Pemerintah Wajib Lindungi Data dan Kepentingan Nasional - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wacana Merger GoTo-Grab: Pemerintah Wajib Lindungi Data dan Kepentingan Nasional
May 9th 2025, 15:17 by kumparanBISNIS

Ilustrasi ojek online. Foto: REUTERS/Beawiharta
Ilustrasi ojek online. Foto: REUTERS/Beawiharta

Ekonom Senior Piter Abdullah Piter menanggapi isu bergabungnya (merger) dua raksasa teknologi digital di Indonesia, GoTo dan Grab. Dia meminta pemerintah agar bersikap cermat dalam menanggapi wacana ini.

Piter menekankan pentingnya peran otoritas negara, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam mengawasi potensi dampak merger terhadap perlindungan data pengguna, serta dampaknya bagi konsumen dan UMKM.

"Pemerintah dari Komdigi harus melihat dari sisi data, penguasaan informasi teknologi data. Kalau dimiliki asing harus jadi perhatian Komdigi. Kemudian juga terkait perlindungan konsumen dan UMKM, di masing masing sektor kementerian," ujar Piter melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Jumat (9/5).

Lebih lanjut, Piter menyoroti aspek nasionalisme dalam wacana merger tersebut, mengingat status kepemilikan asing Grab dibandingkan dengan GoTo yang ia sebut sebagai karya anak bangsa.

Piter menegaskan bahwa sektor digital tak bisa dipandang semata sebagai aktivitas bisnis, melainkan juga menyangkut kedaulatan data dan keamanan strategis nasional.

Ia menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek nasionalisme dalam rencana akuisisi, terutama jika yang berpotensi mengambil alih adalah perusahaan asing seperti Grab.

Menurutnya, GoTo merupakan hasil karya anak bangsa yang harus dijaga, terutama karena teknologi digital yang mereka operasikan mengelola data dalam skala besar dan kompleks. Oleh karena itu, jika penguasaan berpindah ke pihak asing, isu keamanan data menjadi sangat krusial.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menjadi pembicara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menjadi pembicara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"GoTo ini kan karya anak bangsa, jadi sesuatu yang harus kita pertimbangkan, jangan sampai diakuisisi Grab yang notabene dari asing. Ini adalah teknologi yang menggunakan data, rangkaiannya jadi banyak. Jika yang menguasai jadi asing maka jadi penting terkait kemanan data," imbuhnya.

Piter juga menegaskan bahwa tidak ada urgensi dari masing masing platform untuk akuisisi/merger.

"Kalau saya melihatnya ini nggak ada urgensi dari keduanya untuk merger," ucap Piter.

Terakhir, Piter menilai bahwa baik GoTo maupun Grab memiliki ekosistem bisnis digital yang serupa, sehingga potensi merger lebih didorong oleh ambisi menguasai pangsa pasar.

"Ekosistem mereka ini kan sama, jadi sepertinya kepentingannya hanya untuk market share dan menguasai market share". tutup Piter.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: