terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Cara Polisi Cegah Pemudik Menumpuk di Rest Area: Siapkan Pleton Polwan - my blog
Mar 6th 2025, 12:42, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Suasana Rest Area KM 97 yang padat saat arus balik. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkap sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan pemudik di rest area atau pinggir jalan tol. Hal ini kerap menjadi masalah di setiap momen mudik Lebaran. Antrean kendaraan itu dapat menyebabkan kemacetan.
Menurutnya ada momen-momen pemudik akan menghentikan perjalanannya, dan hal itu tak dapat dikendalikan. Seperti saat Magrib untuk berbuka puasa dan salat.
"Itu mobil itu tidak bisa dikendalikan. Dia harus berhenti di pinggir jalan, dia harus salat," kata Agus saat Rapat Koordinasi Teknis bersama Dirlantas seluruh Indonesia jelang Operasi Ketupat 2025 di gedung NTMC Polri, Jakarta, Kamis (6/3).
Ia pun meminta disiapkan polisi wanita (polwan). Mereka akan ditugaskan untuk mengimbau pemudik agar tidak berhenti terlalu lama.
"Yang bisa menegur itu bukan polki [polisi laki-laki], polwan. Jadi saya minta pleton polwan, bentuk pleton polwan. Imbau dengan baik. Termasuk juga jajaran, silakan," ujarnya.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryonugroho melakukan peninjauan jalur mudik dari Jakarta menuju Semarang. Foto: Korlantas Polri
Lebih lanjut Agus meminta polisi untuk cerdas dalam bertindak saat menemukan penumpukan di rest area. Menurutnya permasalahan di sana selalu sama tiap mudik.
"Mau dipagar betis, mau dikasih 1.000 (polisi) lalu lintas, dia [pemudik] harus berhenti, harus salat, harus buka puasa. Padahal di dalam sudah penuh," ujarnya.
"Nah, inilah operasi kemanusiaan. Maka dari itu ketika seperti itu, kita juga harus cerdik. Kalau memang harus contra flow di depan rest area silakan dibuat, direncanakan," tambahnya.
Agus mengatakan pemudik juga tidak harus selalu berhenti di rest area. Jika rest area penuh mereka dapat keluar arteri lebih dulu untuk berisitirahat.
"Kami juga mengimbau jangan absolut pemudik itu harus ke rest area. Begitu rest area penuh silakan keluar tol, terus cari kuliner di kabupaten, nanti masuk lagi," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar