terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kemendiktisaintek soal Demo ASN Ancam Mogok Massal: Sebaiknya Pikir Dua Kali - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemendiktisaintek soal Demo ASN Ancam Mogok Massal: Sebaiknya Pikir Dua Kali
Feb 3rd 2025, 12:46, by Reza Aditya Ramadhan, kumparanNEWS

Massa aksi yang terdiri dari dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendiktisaintek menampilkan tarian 'perang' Kabasaran asal Minahasa, Sulawesi Utara dalam aksi menuntut pembayaran tukin di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Massa aksi yang terdiri dari dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendiktisaintek menampilkan tarian 'perang' Kabasaran asal Minahasa, Sulawesi Utara dalam aksi menuntut pembayaran tukin di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melakukan demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (3/2). Mereka menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) 2020-2024 disegerakan.

Jika pencairan tukin tidak segera dilakukan, maka seluruh dosen ASN di lingkungan Kemendiktisaintek bakal melakukan aksi mogok massal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang mengatakan, aksi mogok massal tidak mencerminkan kewibawaan seorang ASN. Sebaiknya para dosen tetap menjaga marwah seorang ASN.

Sekjen Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang menjawab pertanyaan wartawan di Nusantara I, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Sekjen Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang menjawab pertanyaan wartawan di Nusantara I, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

"ASN sebaiknya mengambil jalan yang berwibawa dan menjaga marwah ASN secara keseluruhan, bukan dengan cara-cara yang kurang arif dan mau menang sendiri," kata Togar, Senin (3/2).

Togar menegaskan, keputusan penetapan dan pemberian tukin juga telah melibatkan persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan DPR RI. Sehingga dia meminta kepada seluruh dosen ASN untuk tidak bertindak gegabah. Apalagi dengan adanya keterbatasan ruang fiskal.

"Sebaiknya memikir dua kali, bahwa itu bukanlah keputusan Kemdiktisaintek sendiri, tetapi dilakukan dengan kementerian lain dan DPR," tuturnya.

"Sudah dijelaskan ada keterbatasan ruang fiskal, jadi baru itu kebijakan yang optimal saat ini," sambungnya.

Bakal Ajukan Gugatan Pencairan Tukin ke PTUN

Selain mengancam mogok massal, Aliansi Dosen Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) juga akan mengajukan gugatan ke PTUN apabila Tukin dari tahun 2020 tidak dibayar oleh pemerintah.

"Yang kedua adalah, kami akan tetap berjuang untuk pemerintah membayarkan Tukin dari tahun 2020. Dan kalau misalnya tidak ada iktikad baik dari pemerintah, kami akan maju ke PTUN," ungkap Koordinator Aksi Tuntut Tukin Adaksi, Anggun Gunawan, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/2)

Lebih jauh, Anggun mengatakan bahwa ada kurang lebih 80.000 dosen yang belum dibayarkan tukinnya oleh pemerintah. Ia pun meminta agar pemerintah membayarkan Tukin untuk keseluruhan dosen, bukan hanya beberapa saja.

Kementerian mengatakan bahwasanya mereka hanya punya uang Rp 2,5 T. Kalau kita hitung, itu hanya bisa meng-cover sekitar 30.000 dosen. Sementara keseluruhan jumlah dosen yang ada itu sekitar 80.000 Bapak-Ibu semuanya. Jadi kami ingin tukin for all buat semuanya. Bukan hanya separuh, bukan hanya sepertiga. Itu yang pertama," tandas dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: