terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Dosen FH Universitas Negeri Gorontalo Dipolisikan, Diduga Lecehkan Perempuan - my blog
Seorang oknum dosen pada Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berinisial SA, dilaporkan kepada pihak kepolisian atas dugaan tindakan penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota Kompol Leonardo Widharta di Gorontalo mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta setempat
Dikutip dari Antara, Jumat (26/4), berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Leonardo, peristiwa itu berawal saat korban yang hendak mencari informasi perihal hubungan asmara antara terlapor dengan perempuan lainnya.
Saat mendatangi rumah terlapor, kata dia, korban tidak diizinkan masuk dan malah mendapat tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban tidak dapat beraktivitas secara normal.
Korban juga sempat mendapat tindakan pelecehan seksual dari terlapor pada bulan April 2024.
"Kasus ini sedang dalam penyidikan Unit PPA dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap korban. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan terlapor," kata Leonardo.
Sementara itu melalui konferensi pers, Dekan Fakultas Hukum UNG Weny Almoravid menyampaikan bahwa SA adalah dosen aktif dan saat ini tengah menjalani pelatihan di luar daerah.
"Mungkin Senin (29/4) depan yang bersangkutan pulang ke Gorontalo. Kami berkomitmen untuk mengkonfrontasi yang bersangkutan terkait masalah ini," katanya.
Ia mengaku pihaknya belum dapat memberikan informasi mendalam mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap oknum dosen tersebut karena masih dalam proses pendalaman.
"Kami menghormati proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian," imbuhnya.
Meskipun masalah itu telah tersebar luas di media sosial, menurut dia, pihaknya masih belum mempelajari secara mendalam. Namun sebagai pimpinan fakultas, ia yakin dapat menyelesaikan masalah itu dengan transparan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar